Yogyakarta —Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur, bambu berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan alternatif berbasis sumber daya terbarukan—termasuk melalui rekayasa teknik untuk aplikasi konstruksi seperti papan landasan sementara atau road mat bagi kendaraan dan alat berat. Bambu bukan digunakan. Sebagai pengganti langsung kayu maupun material konstruksi konvensional. Namun, karakter pertumbuhannya membuka peluang pemanfaatan yang berbeda. Pada rumpun yang dikelola dengan baik, batang dapat dipanen secara selektif tanpa harus menebang habis seluruh rumpun. Sejumlah jenis bambu juga dapat mencapai umur panen dalam kisaran sekitar 4–5 tahun, bergantung pada jenis, kondisi tapak, dan tata kelola. Hal ini menjadikan bambu menarik untuk dikembangkan sebagai bahan baku konstruksi yang dapat diperbarui secara berkala.
SDG 15
Yogyakarta, 10 Oktober 2026. Tim peneliti Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelesaikan manufaktur prototipe reaktor pirolisis fixed-bed untuk mengolah limbah industri bambu laminasi. Prototipe tersebut kini memasuki tahap pengujian dan pengambilan data. Kegiatan ini merupakan lanjutan tahap perancangan yang sebelumnya telah dilaporkan.
Proses manufaktur dilakukan di Laboratorium Departemen Teknik Mesin SV UGM melalui pemotongan, perakitan, dan pengelasan sesuai gambar teknik yang telah difinalisasi. Reaktor dirancang sebagai unit portabel yang dilengkapi hopper umpan biomassa, siklon pengumpul biochar, kondenser, serta penampung produk cair dan gas, dengan nitrogen sebagai gas inert. Rancangan ini ditujukan agar sistem sederhana dan sesuai dengan kebutuhan industri skala kecil–menengah.
ULAANBAATAR – Dalam upaya memperluas kolaborasi internasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian krisis lingkungan global, Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. (akrab disapa Dr. Ade), dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai Global Lead Instructor dalam ajang “Nomatech Challenge: Problem to Prototyping”. Program bootcamp pertama di Mongolia yang berfokus pada pengembangan produk ini diselenggarakan secara resmi oleh Gerlab Engineering Workshop, Ulaanbaatar Science and Technology Park, National University of Mongolia (NUM) pada tanggal 10 hingga 18 Agustus 2026, dan merupakan bagian dari kegiatan internasional COP17.
Yogyakarta, 23 Juli 2026. Industri pengolahan bambu laminasi menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar dari proses pembelahan, penyerutan, dan perataan. Limbah ini umumnya dibuang atau dibakar terbuka, padahal masih mengandung energi. Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, merancang sistem pirolisis portabel untuk mengolah limbah bambu menjadi produk bernilai tambah.
Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin (TRM) angkatan 2024 juga terlibat dalam kegiatan ini. Kolaborasi dilakukan bersama PT Arsinggaru Bambu Nusantara, yang menyediakan limbah bambu dan akses lokasi.