
Menaungi kelompok Bidang Keahlian:
- Material Teknik
Mahasiswa akan dikenalkan dengan berbagai peralatan laboratorium yang digunakan untuk karakterisasi dan pengujian material, antara lain Metallurgical Microscope, Metallurgical Microscope Inverted Type, Stereo Zoom Microscope, Micro Hardness Tester, Universal Hardness Tester, Ultrasonic Flaw Detector, Universal Testing Machine, Impact Testing Machine, Cold Mounting Metallography, Heat Treatment Furnace, dan Polishing Machine. Melalui penggunaan peralatan tersebut, mahasiswa dapat mempelajari karakteristik material, menganalisis struktur mikro, mendeteksi cacat material, serta menguji sifat fisis dan mekanis material teknik. Selain mendukung kegiatan praktikum, fasilitas laboratorium ini juga dimanfaatkan untuk penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Gambar 5.14 Metallurgical Microscope & Metallurgical Microscope Inverted Type
Mikroskop metalurgi menjadi alat utama bagi mahasiswa untuk mengamati struktur mikro suatu material, mulai dari batas butir, fasa, hingga cacat mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Tipe inverted memungkinkan pengamatan sampel dari sisi bawah lensa objektif, sehingga lebih praktis digunakan untuk spesimen dengan permukaan yang tidak rata. Melalui alat ini, mahasiswa belajar mengaitkan struktur mikro suatu logam dengan sifat mekanis dan riwayat perlakuan panasnya, sebuah keterampilan dasar yang penting dalam analisis kegagalan material.

Gambar 5.15 Universal Hardness Tester, Universal Testing Machine (UTM), dan Impact Testing Machine
Ketiga alat ini digunakan untuk menguji sifat mekanis material secara kuantitatif. Universal Hardness Tester mengukur tingkat kekerasan permukaan logam, UTM digunakan untuk menguji kekuatan tarik, tekan, maupun lentur suatu spesimen hingga mencapai titik patahnya, sementara Impact Testing Machine mengukur ketangguhan material terhadap beban kejut mendadak. Kombinasi pengujian ini memberi mahasiswa gambaran menyeluruh mengenai karakteristik mekanis material yang sering menjadi dasar pertimbangan pemilihan komponen pada alat berat.

Gambar 5.16 Heat Treatment Process
Proses perlakuan panas (heat treatment) dipraktikkan menggunakan furnace untuk memodifikasi struktur mikro sekaligus sifat mekanis logam, misalnya melalui proses annealing, quenching, atau tempering. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengatur parameter suhu dan waktu pemanasan, kemudian mengevaluasi perubahan kekerasan maupun ketangguhan material sebagai hasil dari perlakuan tersebut. Pemahaman ini menjadi bekal penting ketika mahasiswa berhadapan dengan permasalahan keausan dan kegagalan komponen di industri alat berat.

Gambar 5.17 Polishing Machine
Sebelum sampel dapat diamati di bawah mikroskop metalurgi, permukaannya perlu dihaluskan terlebih dahulu menggunakan polishing machine agar bebas dari goresan dan kontaminan yang dapat mengganggu hasil pengamatan struktur mikro. Tahapan ini merupakan bagian dari proses preparasi metalografi yang meliputi pemotongan, mounting, grinding, hingga polishing akhir. Ketelitian dalam tahap ini sangat menentukan kualitas dan akurasi analisis mikrostruktur yang dilakukan mahasiswa pada tahap berikutnya.
- Pengelasan
Praktikum pengelasan bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam proses penyambungan logam menggunakan berbagai metode pengelasan. Mahasiswa mempelajari prinsip kerja, pengoperasian mesin las, pemilihan parameter pengelasan, serta penerapan prosedur keselamatan kerja (K3). Laboratorium ini dilengkapi dengan mesin Spot Welding, TIG Welding, MIG Welding, Welding Rectifier (SMAW), dan peralatan pengelasan gas asetilen (Oxy-Acetylene Welding) untuk mendukung kegiatan pembelajaran praktik.

Gambar 5.18 Bilik Las dan Proses Pengelasan