ULAANBAATAR – Dalam upaya memperluas kolaborasi internasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian krisis lingkungan global, Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. (akrab disapa Dr. Ade), dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai Lead Instructor dalam ajang bergengsi “Nomatech Challenge: Problem to Prototyping”. Kegiatan berskala internasional ini diselenggarakan oleh Gerlab Engineering Workshop bertempat di Ulaanbaatar Science and Technology Park, National University of Mongolia (NUM), Ulaanbaatar, Mongolia, pada tanggal 6 hingga 18 Agustus 2026.
ekonomi sirkular
Yogyakarta, 2025 – Tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah piston sepeda motor berbahan aluminium menjadi material baru yang berpotensi digunakan sebagai komponen industri, seperti baling-baling kapal. Penelitian ini dipimpin oleh Bambang Hari Priyambodo, bersama dosen dan mahasiswa DTM SV UGM, serta kolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Semarang.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Material dan Manufaktur DTM SV UGM. Limbah piston yang diperoleh dari bengkel kendaraan dibersihkan, dilebur hingga suhu 843°C, kemudian dicetak ulang menggunakan teknik sand casting. Setelah pendinginan, sampel diuji menggunakan Vickers Hardness Test serta analisis struktur mikro untuk memastikan kualitas material hasil daur ulang.



Yogyakarta, 25 Oktober 2025 — Tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan metode peningkatan kekerasan permukaan aluminium daur ulang yang berasal dari limbah piston sepeda motor melalui perlakuan shot-peening dengan variasi tekanan. Penelitian ini dipimpin oleh Bambang Hari Priyambodo, bersama Widia Setiawan, Nugroho Santoso, Fakhri Athaillah, Martinus Heru Palmiyanto (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Kaleb Priyanto (Universitas Negeri Semarang).


Dalam langkah signifikan menuju pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, Panti Asuhan dan Pondok Lansia Sapuran di Wonosobo, Jawa Tengah, telah memulai proyek untuk membangun sistem budidaya magot dengan metode ember tumpuk. Metode inovatif ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sumber protein untuk pakan ternak tetapi juga mengatasi masalah pengelolaan limbah di komunitas. Proyek ini direncanakan akan selesai dalam waktu 30 hari.
Sistem ember tumpuk melibatkan penggunaan beberapa ember, di mana ember atas dirancang dengan empat lubang untuk memungkinkan lalat masuk dan bertelur. Desain ini sangat penting untuk keberhasilan pembiakan magot, yang dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan kandungan protein yang tinggi. Ember bagian bawah dilengkapi dengan lubang drainase untuk mengumpulkan cairan yang dihasilkan dari penguraian limbah organik, yang juga dikenal sebagai lindi.