YOGYAKARTA — Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) menggelar diskusi strategis bersama perwakilan National University of Singapore (NUS) pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang DTM SV UGM pada pukul 13.00–15.00 WIB tersebut membahas potensi kolaborasi dalam pengolahan limbah botol plastik menjadi filamen untuk mesin cetak 3D (3D printing filament) yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Derick Tay, Chok-Oon-Kit Khanatip, serta tim dari NUS yang melakukan kunjungan langsung ke DTM SV UGM. Dari DTM SV UGM, kegiatan ini diikuti oleh Dr.Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.; Dr. Ir. Sugiyanto, S.T., M.Eng., IPM.; Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Bambang Hari Priyambodo, S.T., M.Eng.; serta tim staf Laboratorium Peralatan Industri. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan internasional yang berfokus pada teknologi daur ulang dan pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi bertujuan untuk memetakan skema kolaborasi riset sekaligus penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah botol plastik. Melalui kolaborasi ini, filamen cetak 3D hasil daur ulang diharapkan tidak hanya dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan riset akademik, tetapi juga dimanfaatkan dalam program pengabdian kepada masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Inisiatif kerja sama internasional ini sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi akademik lintas negara untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.