Dosen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM Kaji Pemanfaatan Panas Gas Buang Generator Set Menjadi Energi Listrik

Yogyakarta, 29 Oktober 2026 — Tim peneliti Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan kajian pemanfaatan panas gas buang (exhaust waste heat) pada generator set bermesin diesel untuk menghasilkan energi listrik menggunakan teknologi Thermoelectric Generator (TEG). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan eksperimental untuk menganalisis karakteristik termal dan kinerja konversi energi pada sistem Thermoelectric Waste Heat Recovery (TEG-WHR).

Penelitian yang berjudul “Analisis Karakteristik Termal Sistem Thermoelectric Waste Heat Recovery pada Generator Set Menggunakan Pendekatan Eksperimental” dipimpin oleh Dr. Nyayu Aisyah, S.ST., M.T., bersama tim dosen dan mahasiswa Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi UGM. Penelitian ini merupakan bagian dari Hibah Riset dan Pembuatan Artikel Publikasi Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 pada klaster Sainstek dengan flagship Transisi Energi.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi energi panas dari proses pembakaran mesin diesel yang masih dilepaskan ke lingkungan. Melalui teknologi TEG, panas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik berdasarkan perbedaan temperatur pada kedua sisi modul. Pendekatan ini membuka peluang pemanfaatan energi yang sebelumnya belum digunakan secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti memasang modul TEG pada saluran gas buang generator set, dilengkapi dengan sistem penghantar panas dan heat sink pada sisi dingin. Pengujian dilakukan pada kondisi operasi yang berbeda dengan mengukur temperatur sisi panas dan sisi dingin modul serta parameter listrik berupa tegangan, arus, dan daya keluaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan panas gas buang menggunakan TEG dapat menghasilkan energi listrik, dengan kinerja yang sangat dipengaruhi oleh kondisi perpindahan panas pada kedua sisi modul. Perbedaan temperatur antara sisi panas dan sisi dingin menjadi parameter penting dalam pembangkitan tegangan dan daya listrik.

Pada sisi panas, efektivitas perpindahan kalor dipengaruhi oleh kualitas kontak termal antara saluran gas buang, media penghantar panas, dan modul TEG. Sementara itu, pada sisi dingin, kemampuan heat sink melepaskan kalor ke lingkungan menentukan terjaganya perbedaan temperatur yang dibutuhkan untuk mendukung proses konversi energi.

Temuan tersebut menegaskan bahwa pemanfaatan panas buang tidak cukup hanya dengan memasang modul TEG pada saluran gas buang. Perancangan sistem penghantar panas, kualitas kontak termal, serta pengembangan sistem pendinginan merupakan aspek penting untuk meningkatkan kinerja teknologi ini.

Mendukung Transisi Energi dan Inovasi Berkelanjutan

Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan alternatif pemanfaatan energi panas yang belum termanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Kedua, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi konversi energi berbasis riset terapan.

Penelitian ini juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui eksplorasi teknologi pemulihan energi yang berpotensi meningkatkan pemanfaatan energi pada mesin diesel. Meski demikian, dampak terhadap pengurangan emisi dan konsumsi bahan bakar masih memerlukan pengujian serta evaluasi lebih lanjut.

Dari sisi pendidikan, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam persiapan eksperimen, instalasi sistem, pengambilan data, dan pengolahan hasil pengujian. Keterlibatan tersebut memperkuat hubungan antara pembelajaran berbasis praktik dan kegiatan penelitian terapan, sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kompetensi teknis mahasiswa.

Ke depan, penelitian akan diarahkan pada optimasi desain penghantar panas dan sistem pendinginan, evaluasi kinerja pada variasi kondisi operasi yang lebih luas, serta pengujian pada mobile equipment untuk menilai potensi penerapannya dalam kondisi operasional nyata.

Melalui penelitian ini, Sekolah Vokasi UGM terus mendorong pengembangan teknologi terapan yang menghubungkan penguasaan ilmu rekayasa, inovasi energi, dan kebutuhan industri menuju pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif dan berkelanjutan.

SDGs terkait: SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau; SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses