TPPAB DTM SV UGM SUKSES TUTUP RANGKAIAN INKUBASI KOMPETENSI SDM KULON PROGO: PRAKTIK P2H, MANUVER FORKLIFT, DAN SINERGI SOBAT UT BUKTIKAN PENINGKATAN SAFETY CULTURE

SLEMAN, YOGYAKARTA – Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB) sukses menyelenggarakan hari ketiga sekaligus puncak dari rangkaian Program Inkubasi Kompetensi Intensif SDM Kulon Progo pada Senin (21/9). Berbeda dengan sesi sebelumnya, penutupan program ini bertempat di fasilitas TPPAB DTM SV UGM yang dilengkapi dengan Lab. Perawatan Mesin Industri (Alat Berat) dan fasilitas Safety Center. Sesi pamungkas ini berfokus pada praktik langsung di lapangan (hands-on), mencakup Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H), manuver forklift, serta pembiasaan operasional Safety Culture bagi para instruktur yang tergabung dalam MGMP Teknik Otomotif Kabupaten Kulon Progo.

 

Sesi praktik ini dipimpin langsung oleh Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng. selaku anggota tim pengabdian, yang dibantu oleh Dr. Eng. Ir. Agustinus Winarno, S.T., M.Eng. sebagai fasilitator praktik safety culture. Guna memastikan standar industri yang presisi, kegiatan ini juga berkolaborasi langsung dengan para praktisi ahli. Instruktur yang memimpin simulasi safety culture adalah Josua Aditya Manuel, S.KM. dari PT United Tractors Tbk. – Semarang, sementara praktik P2H dikawal ketat oleh Yanuar Khalid Hidayat dari UT School, PT United Tractors Tbk. – Semarang.

 

Evaluasi kognitif melalui post-test dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian SV UGM, Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., atau yang akrab disapa Dr. Ade. Beliau menekankan bahwa hari ketiga merupakan pembuktian krusial dari pemahaman teoritis menjadi tindakan mekanis yang terstandar. Melalui pendekatan Community Organizing Participatory Action Research (COPAR), para peserta diwajibkan melakukan inspeksi visual 360 derajat (P2H), menerapkan pengisolasian bahaya dengan prosedur Lockout-Tagout (LOTO), serta menguasai teknik manuver load handling yang mengedepankan stabilitas alat berat.

Sinergi antara akademisi UGM dan praktisi industri ini dirancang untuk menciptakan transformasi paradigma bersama. Kebiasaan lama yang sekadar ‘reaktif memperbaiki’ (reactive fixing) didorong untuk berubah menjadi karakter ‘pemimpin keselamatan yang proaktif’ (proactive safety leaders). Dalam sesi ini, para instruktur juga dibekali Hak untuk Menghentikan Pekerjaan (KIMPER) jika menemukan kerusakan kritis selama proses P2H, mengukuhkan K3 bukan lagi sebagai ceklis administratif, melainkan filosofi operasional utama.

Hasil dari intervensi fisik dan manajerial ini terbukti sangat efektif. Berdasarkan evaluasi program, terjadi peningkatan pemahaman dan kompetensi K3 yang terukur secara signifikan pada para peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Peningkatan kapasitas ini membuktikan bahwa para instruktur lokal kini memiliki landasan kuat untuk menyusun Standardized Teaching Factory (TeFa) Blueprints di sekolah masing-masing. Langkah kolaboratif ini menjadi tameng strategis untuk mencegah terpinggirkannya tenaga kerja lokal oleh SDM luar daerah akibat pesatnya ekspansi industri logistik di kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA).

Selain mendapatkan peningkatan kompetensi, para peserta yang berasal dari berbagai SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kulon Progo ini juga mendapatkan privilege (hak istimewa) untuk memperkuat jejaring industri melalui program SOBAT UT (Sekolah Binaan United Tractors). Program CSR bidang pendidikan dari PT United Tractors Tbk. ini, khususnya untuk region Jawa Tengah dan DIY yang dikenal dengan sebutan SOBAT JAGAKARTA, membuka peluang akselerasi link and match antara kurikulum vokasi daerah dan kebutuhan riil industri yang lebih luas.

Rangkaian program pengabdian masyarakat ini kemudian ditutup dengan sharing session yang hangat dan inspiratif oleh anggota tim pengabdian lainnya, yaitu Ir. Nugroho Santoso, S.T., M.Eng., dan Dr. Ir. Setyawan Bekti Wibowo, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN.Eng.

Didanai oleh Dana Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, kesuksesan program ini merupakan wujud nyata luaran tridharma perguruan tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Secara institusional, komitmen UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terejawantahkan secara konkret dalam kegiatan ini, meliputi:

SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Memutus rantai kemiskinan struktural dengan memastikan masyarakat lokal memiliki keahlian teknis bernilai tinggi agar tidak menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan ekonomi daerahnya sendiri.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menyediakan standardisasi kapasitas pendidik vokasi lokal agar memiliki kualifikasi instruksional yang autentik dan terkalibrasi langsung dengan kebutuhan kompetensi industri melalui dukungan SOBAT UT.
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menjamin kesiapan kompetensi angkatan kerja muda di Kulon Progo agar kompetitif, aman, dan terserap maksimal di ekosistem logistik dan transportasi berat skala global.
SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Merespons kebutuhan infrastruktur logistik dengan membangun fondasi SDM yang mampu menciptakan ekosistem operasional alat berat yang tangguh, efisien, dan nihil kecelakaan (zero accident).
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mewujudkan sinergi kolaboratif multi-pihak yang solid antara institusi pendidikan tinggi (UGM), pemerintah daerah (BAPPERIDA), dan sektor industri (PT United Tractors Tbk. melalui SOBAT JAGAKARTA) guna menciptakan dampak keberlanjutan yang nyata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses