Tim Peneliti Prodi Alat Berat Sekolah Vokasi UGM Sekolah Vokasi UGM Uji Catalytic Converter, Opasitas Gas Buang Ekskavator Hyundai 220-9SH

Tim peneliti Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menguji penggunaan material filter untuk mengurangi kepekatan asap gas buang mesin diesel pada ekskavator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi baja tahan karat (stainless steel) dan karbon aktif mampu menurunkan opasitas gas buang secara relatif sebesar 66,03% dibandingkan kondisi tanpa filter pada konfigurasi dan kondisi pengujian. Penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi filter yang mendukung pengoperasian alat berat yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 8 Juli 2026 di CV Indra Laksana, Jalan Ring Road Barat No. 35, Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman. Tim peneliti diketuai oleh Harjono, dengan anggota Widia Setiawan, Surojo, Nugroho Santoso, Braam Delfian P., dan Budi Basuki. Penelitian ini turut melibatkan mahasiswa, yaitu Manuela Firstian, Tataniku, dan Amida Tri Andani.

Penelitian eksperimental tersebut menggunakan ekskavator Hyundai 220-9SH dengan mesin diesel enam silinder berkapasitas 5,9 liter dan daya 107 kW pada putaran 1.950 rpm. Pengujian bertujuan mengetahui pengaruh dua kombinasi material lapisan filter pada catalytic converter, yaitu baja tahan karat dan keramik serta baja tahan karat dan karbon aktif, terhadap opasitas gas buang.

Opasitas merupakan tingkat kepekatan asap yang diukur berdasarkan kemampuannya menghalangi transmisi cahaya. Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan menggunakan opacity meter TEXA Opabox. Mesin diakselerasi secara cepat tetapi halus (quick and smooth) hingga mencapai putaran maksimum, kemudian dipertahankan selama empat detik. Selanjutnya, kendali gas dilepaskan hingga putaran mesin kembali ke kondisi stasioner (idle). Selama akselerasi, alat ukur merekam nilai opasitas tertinggi sebagai data pengujian.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata opasitas gas buang tanpa filter sebesar 26,10%. Penggunaan filter keramik menghasilkan rata-rata opasitas sebesar 24,53%, sedangkan filter karbon menghasilkan rata-rata sebesar 8,87%. Dibandingkan kondisi tanpa filter, penurunan relatif opasitas pada filter keramik mencapai 6,00%, sementara pada filter karbon mencapai 66,03%.

Berdasarkan hasil tersebut, filter karbon memberikan hasil paling efektif dalam menurunkan opasitas di antara konfigurasi yang diuji. Temuan ini mendukung pemanfaatan media filter sebagai alternatif untuk mengurangi kepekatan asap gas buang mesin diesel. Pengembangan teknologi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui inovasi teknologi yang mendukung proses industri yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Pengembangan teknologi ini juga berpotensi mendukung SDGs Tujuan 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya peningkatan kualitas udara dengan mengurangi kepekatan asap gas buang mesin diesel.

Efektivitas tersebut berlaku pada konfigurasi dan kondisi pengujian yang digunakan, sehingga pengujian lebih lanjut diperlukan untuk menilai kinerjanya pada kondisi operasional yang berbeda.Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini memberikan pengalaman langsung dalam pengujian alat berat, pengoperasian instrumen pengukuran, dan pengumpulan data. Kegiatan tersebut juga menghubungkan pembelajaran di bidang pengelolaan dan perawatan alat berat dengan penerapannya di lapangan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pengendalian kepekatan asap gas buang pada alat berat serta mendukung upaya pengelolaan dampak lingkungan dari pengoperasian mesin diesel. Kegiatan penelitian ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, khususnya dalam mendukung pengembangan teknologi energi yang lebih bersih melalui upaya pengurangan kepekatan asap gas buang mesin diesel.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses