Magelang — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyerahkan trainer simulator kelistrikan alat berat kepada SMK Negeri 1 Magelang pada 7 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Implementasi Simulator Kelistrikan Alat Berat sebagai Media Pembelajaran Praktik” yang bertujuan mendukung pembelajaran praktik dan pengembangan kompetensi siswa.
Trainer diterima oleh Kepala SMK Negeri 1 Magelang, Drs. Tokhibin, M.Pd., bersama wakil kepala sekolah dan ketua jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Rangkaian kegiatan di sekolah meliputi seremoni serah terima dan penyerahan alat di laboratorium sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar.

Tim UGM yang terlibat dalam program ini terdiri atas Harjono, Braam Delfian Prihadianto, dan Nyanyu Aisyah. Pelaksanaan kegiatan didampingi teknisi Apris Widjiantoro dan Dani Anggoro Hasan, serta melibatkan dua mahasiswa dalam proses perakitan komponen dan instalasi perkabelan.
Sebelum diserahkan, trainer dibuat di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat Sekolah Vokasi UGM. Pengerjaan diawali dengan pembuatan kerangka dan meja kerja trainer, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan komponen serta instalasi kelistrikan pada kerangka. Proses tersebut melibatkan teknisi laboratorium dan mahasiswa sebagai anggota kegiatan.

Trainer dirancang sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa memahami sistem kelistrikan alat berat, terutama dalam identifikasi komponen, analisis rangkaian, pengukuran kelistrikan, dan penelusuran gangguan dasar atau troubleshooting. Keberadaan alat ini diharapkan memudahkan guru dalam menyampaikan materi sekaligus memberi siswa sarana untuk mempelajari hubungan antara komponen dan rangkaian kelistrikan melalui praktik.

Program ini sejalan dengan SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan media pembelajaran praktik yang mendukung pengembangan keterampilan teknis dan vokasional. Keterkaitan tersebut terutama mengacu pada arah target 4.4 mengenai keterampilan yang relevan untuk dunia kerja. Pemanfaatan trainer diharapkan membantu siswa memperkuat pemahaman kelistrikan sebagai bagian dari bekal kompetensi.
Dari sisi pengembangan teknologi pembelajaran, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pembuatan simulator di laboratorium SV UGM merupakan penerapan pengetahuan teknis menjadi media praktik yang dapat dimanfaatkan sekolah. Keterkaitan ini berada pada aspek inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran vokasi.
Selain itu, kegiatan ini mencerminkan SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama perguruan tinggi dan sekolah dalam berbagi pengetahuan, keahlian, serta sarana pembelajaran. Peran tim UGM dalam pengembangan trainer dan keterlibatan SMK Negeri 1 Magelang sebagai penerima menghubungkan kemampuan teknis perguruan tinggi dengan kebutuhan pendidikan di sekolah.
Melalui program pengabdian ini, Sekolah Vokasi UGM mendukung penguatan pendidikan vokasi di SMK Negeri 1 Magelang, khususnya pada pembelajaran di jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Trainer yang telah diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan praktik untuk membantu siswa memahami sistem kelistrikan dasar di Alat Berat secara lebih terarah.