Yogyakarta, Transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik kini menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menuju energi bersih. Namun, transisi energi tidak dapat terjadi begitu saja. Peralihan ini memerlukan persiapan yang matang, mulai dari ketersediaan infrastruktur pengisian daya, kesiapan jaringan listrik, hingga pemahaman tentang bagaimana kendaraan listrik benar-benar digunakan dalam keseharian masyarakat.

Persiapan tersebut menjadi semakin relevan bagi Yogyakarta. Sebagai kota pelajar dan kota wisata, Yogyakarta memiliki mobilitas yang tinggi dan didominasi oleh sepeda motor. Jika peralihan ke motor listrik terjadi dalam skala besar, kota ini perlu memiliki ekosistem yang ramah kendaraan listrik, misalnya penempatan titik pengisian daya yang tepat sasaran, perencanaan kebutuhan listrik di kawasan padat aktivitas, serta informasi yang membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan nyaman.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dipimpin oleh Dr. Eng. Agustinus Winarno, melaksanakan penelitian berjudul “Optimasi Jalur Hemat Energi Kendaraan Listrik Roda Dua”. Penelitian ini bertujuan memetakan hubungan antara lokasi dan kebutuhan energi pada kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, di wilayah Yogyakarta.
“Setiap lokasi memiliki karakter yang berbeda, baik dari kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, maupun bentang wilayahnya. Semua itu memengaruhi seberapa besar energi yang dibutuhkan sebuah motor listrik. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat membantu pemerintah daerah, penyedia layanan, dan masyarakat mempersiapkan ekosistem kendaraan listrik secara lebih tepat,” jelas Winarno.
Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merencanakan lokasi fasilitas pengisian daya, mendukung kebijakan transportasi berkelanjutan, serta membantu pengguna motor listrik memilih rute perjalanan yang lebih efisien. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, sehingga mereka mendapat pengalaman langsung dalam riset terapan di bidang kendaraan listrik dan energi.
Penelitian ini didanai melalui program Hibah Riset Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Tahun 2026. Dukungan ini mencerminkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong riset terapan yang menjawab tantangan nyata di masyarakat, khususnya dalam menyiapkan transisi energi di sektor transportasi.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
- SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau: mendukung transisi ke kendaraan listrik dan pemanfaatan energi yang lebih efisien.
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: menyediakan dasar perencanaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: membantu Yogyakarta menyiapkan ekosistem transportasi perkotaan yang ramah lingkungan.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim: mendorong pengurangan emisi dari sektor transportasi.
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: melibatkan mahasiswa vokasi dalam riset terapan.