YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat fondasi keilmuan mahasiswa baru dan mengusung semangat kolaborasi akademik global, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) menghadirkan pakar internasional pada kuliah perdana mata kuliah Matematika (SVAB261101). Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2026 ini menghadirkan Irwan Simanullang, seorang diaspora Indonesia sekaligus alumni UGM yang kini menjabat sebagai Assistant Professor di Department of Applied Quantum Physics and Nuclear Engineering, Kyushu University, Jepang.

Rangkaian kuliah tamu perdana ini diselenggarakan secara khusus bagi mahasiswa tahun pertama dari program studi Sarjana Terapan Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB) dan Teknologi Rekayasa Mesin (TRM). Kehadiran akademisi dari Kyushu University ini berkolaborasi langsung dengan tim dosen pengampu mata kuliah, yakni Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. (akrab disapa Dr. Ade) dan Dr. Ir. Handoko, S.T., M.T.. Sesi pendalaman materi bersama Irwan Simanullang dijadwalkan berlanjut pada pertemuan kedua di tanggal 28 Agustus 2026.

Irwan Simanullang, yang meraih gelar Master dan Doktor di bidang Teknik Nuklir dari Tokyo Institute of Technology, membawa perspektif riset ke dalam ruang kelas vokasi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa matematika merupakan ilmu dasar yang esensial di bidang teknik (engineering). Matematika berfungsi sebagai instrumen utama untuk mengembangkan logika berpikir dan menyelesaikan permasalahan fisik melalui pendekatan pemodelan matematis. Pengalamannya dalam riset High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR) dan keselamatan nuklir mengilustrasikan bagaimana persamaan matematis diaplikasikan secara presisi dalam perancangan sistem yang kompleks.
Pendekatan komprehensif yang dipaparkan tersebut selaras dengan rancangan silabus yang diterapkan oleh DTM SV UGM. Dr. Ade dalam pengantar kuliahnya menggarisbawahi bahwa matematika bertindak sebagai sistem kendali (control unit) yang mendasari perhitungan operasional dan mekanika pada sistem alat berat industri.

Untuk mengintegrasikan teori dan aplikasi praktis, perkuliahan Matematika di SV UGM dirancang dengan komposisi 60% Teacher-Centered Learning (TCL) untuk pemahaman konsep analitis, dan 40% Case-Based Learning (CBL) serta Project-Based Learning (PBL). Melalui metode ini, mahasiswa diarahkan untuk menganalisis dan menyelesaikan studi kasus rekayasa, seperti pemodelan optimasi lintasan kendaraan otonom (C-MINLP), analisis keandalan komponen mekanis menggunakan distribusi probabilitas (RAM Engineering), serta komputasi efisiensi termal pada generator kelistrikan.

Melalui kolaborasi pengajaran antara akademisi SV UGM dan pakar dari Kyushu University ini di mana terintegrasi dalam Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), institusi turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Mahasiswa tingkat pertama dipersiapkan secara akademis untuk memiliki engineering logical thinking yang sistematis dan terukur guna memecahkan tantangan perancangan teknologi di masa depan.