TEKNIK ALAT BERAT UGM PERKUAT PONDASI K3 DAN SAFETY CULTURE SDM KULON PROGO DALAM INKUBASI KOMPETENSI DI FRC WATES

WATES, KULON PROGO – Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB) Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali melanjutkan rangkaian Program Inkubasi Kompetensi Intensif SDM Kulon Progo pada hari kedua pelaksanaannya, Senin (14/9). Bertempat di Field Research Center (FRC) UGM Wates, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan aspek manajerial fundamental yang meliputi regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pembangunan Safety Culture, serta pengantar Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H) bagi para instruktur yang tergabung dalam MGMP Teknik Otomotif Kabupaten Kulon Progo.

 

Ketua Tim Pengabdian SV UGM yang juga merupakan Kepala Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB), Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., atau yang akrab disapa Dr. Ade, memimpin langsung jalannya program yang dirancang untuk mentransformasi kapasitas teknis instruktur lokal ini. Beliau menekankan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar aturan tertulis, melainkan prasyarat mutlak sebelum peserta beralih pada penguasaan operasional teknis alat berat (Technical Handling).

Pemaparan materi dirancang secara interaktif untuk memastikan pemahaman komprehensif dari para peserta. Beberapa poin krusial yang juga disampaikan oleh Ir. Braam Delfian Prihadianto, S.T., M.Eng., dibedah pada sesi hari kedua ini meliputi:

1. Filosofi dan Hierarki Pengendalian Risiko: Peserta dibekali pemahaman mendalam tentang filosofi lambang K3, dokumen kepatuhan hukum wajib seperti SIO dan KIMPER, hingga tahapan hierarki pengendalian bahaya yang bermuara pada kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di area kerja industri.
2. Manajemen Area Kerja yang Aman: Meliputi pengenalan penyusunan Job Safety Analysis (JSA) guna memetakan potensi risiko di setiap tahapan kerja, implementasi prosedur pengisolasian energi atau Lockout-Tagout (LOTO), serta penerapan budaya kedisiplinan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).
3. Pengenalan P2H (Pelaksanaan Perawatan Harian): Pemaparan konsep P2H sebagai ritual diagnostik penting yang bertindak sebagai garis pertahanan pertama keselamatan kerja. P2H ditekankan fungsinya untuk mendeteksi keausan sejak dini demi mewujudkan target Zero Breakdown dan Zero Accident.

Kegiatan ini menjadi pengantar untuk kegiatan lanjutan yang lebih berfokus pada praktik P2H dan mengenal manuver forklift yang diberikan oleh Erwin Saptanto, S.T. dibantu oleh Raka Lintang Pradana, S.Tr.T., Tim Laboratorium Perawatan Mesin Industri (Alat Berat) TPPAB DTM SV UGM.

 

Program ini merupakan salah satu wujud nyata luaran tridharma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui inisiatif institusional yang kuat, program ini dibangun atas dasar kerjasama dan kemitraan strategis antara TPPAB DTM SV UGM, PT United Tractors Tbk., dan BAPPERIDA Kab. Kulon Progo. Langkah kolaboratif ini menjadi fondasi taktis untuk merespons tantangan ekspansi kawasan Aerotropolis Kulon Progo. Tanpa standardisasi kompetensi K3 yang mumpuni, terdapat risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja sekaligus terpinggirkannya tenaga kerja lokal oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dari luar daerah. Keberlanjutan dari program ini dijamin melalui skema Tutor Sebaya (Peer-Tutor), di mana para instruktur akan membawa pulang pengetahuan safety culture ini untuk didiseminasikan kembali kepada para siswa di sekolah kejuruan mereka masing-masing.

Secara institusional, kegiatan pengabdian dan kemitraan ini menegaskan wujud nyata komitmen UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mencakup:

1. SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Mencegah terpinggirkannya masyarakat lokal dari pesatnya pembangunan daerah dengan membekali mereka keterampilan teknis bernilai tinggi, sehingga membuka akses ke pekerjaan yang lebih baik dan memutus rantai kemiskinan struktural.
2. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menyediakan standardisasi kapasitas instruktur lokal agar memiliki kualifikasi autentik yang selaras dengan standar keselamatan industri, sekaligus memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas.
3. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menjamin kesiapan angkatan kerja muda Kulon Progo agar kompetitif dan terserap maksimal di sektor logistik global dengan memprioritaskan budaya keselamatan dan kesehatan kerja.
4. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mendorong terciptanya ekosistem operasional alat berat yang tangguh, aman, dan efisien bagi pemenuhan kebutuhan infrastruktur sektor industri logistik.
5. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mewujudkan sinergi dan kolaborasi multi-pihak yang solid antara institusi pendidikan tinggi (UGM), pemerintah daerah (BAPPERIDA Kulon Progo), dan sektor industri (PT United Tractors Tbk.) untuk menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses