KULON PROGO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama Kelompok Tani Prawira Tani pada Kamis (9/7/2026) di Tompak, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pelaksanaan program Penerapan Sistem Pengeringan Biji Kakao Otomatis Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Pascapanen Berkualitas.

Program yang diketuai oleh Dr. Ir. Bambang Hari Priyambodo, S.T., M.Eng. tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan pengeringan biji kakao yang selama ini masih banyak bergantung pada sinar matahari. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan waktu pengeringan menjadi lebih lama dan hasil pengeringan kurang seragam sehingga berpotensi memengaruhi mutu biji kakao.
Dalam kegiatan tersebut, tim Sekolah Vokasi UGM berdiskusi bersama anggota Kelompok Tani Prawira Tani untuk memetakan kondisi aktual proses pascapanen kakao yang dilakukan oleh petani. Pembahasan mencakup metode pengeringan yang selama ini digunakan, kendala yang dihadapi saat musim hujan, kebutuhan kapasitas pengeringan, kemudahan pengoperasian alat, hingga aspek keselamatan penggunaan teknologi.
Selain melakukan sosialisasi program, tim juga menggali masukan dari mitra sebagai dasar penyempurnaan penerapan teknologi yang akan digunakan. Teknologi yang dikembangkan berupa oven pengering biji kakao dengan sumber panas LPG yang dilengkapi sistem kontrol otomatis suhu dan kelembaban. Sistem tersebut dirancang untuk membantu menjaga kondisi proses pengeringan agar lebih stabil serta mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi cuaca.
Dr. Ir. Bambang Hari Priyambodo, S.T., M.Eng., selaku ketua tim, menyampaikan bahwa keterlibatan petani sejak tahap awal menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi tepat guna.
“Teknologi yang diterapkan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan. Karena itu, masukan dari Kelompok Tani Prawira Tani menjadi dasar penting agar sistem pengering yang dikembangkan mudah digunakan, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi proses pascapanen kakao,”ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Prawira Tani, Muhammad Dwi Prasetya, menyambut baik kolaborasi tersebut. Melalui program ini, kelompok tani diharapkan memperoleh alternatif teknologi pengeringan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pascapanen sekaligus menghasilkan biji kakao dengan kualitas yang lebih konsisten.
Setelah tahap koordinasi dan validasi kebutuhan, program akan dilanjutkan dengan persiapan dan penyempurnaan teknologi, uji fungsi alat, pelatihan pengoperasian, implementasi di lokasi mitra, serta pendampingan dan evaluasi. Mitra juga akan memperoleh panduan atau prosedur operasional agar penggunaan dan perawatan alat dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan. Tahapan tersebut sesuai dengan rencana pelaksanaan program yang menempatkan keterlibatan aktif mitra sebagai bagian utama kegiatan.
Kegiatan ini mendukung SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani juga mendukung SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta berpotensi berkontribusi terhadap SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan efisiensi dan nilai tambah komoditas kakao.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Sekolah Vokasi UGM dan Kelompok Tani Prawira Tani berharap penerapan teknologi pengering otomatis dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pascapanen kakao sekaligus memperkuat kemandirian petani dalam pemanfaatan teknologi tepat guna.