SLEMAN, YOGYAKARTA – Setelah menyelesaikan rancang bangun engine test bench (ETB) mesin diesel common rail Komatsu SAA6D107E-1, Program Studi Sarjana Terapan Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB), Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM), mulai mempersiapkan fasilitas tersebut secara lebih luas dengan persiapan modul, SOP, dan training of trainers yang akan dilaksanakan pada semester ini. ETB yang berada di Laboratorium Perawatan Mesin Industri DTM SV UGM ini difungsikan sebagai trainer pembelajaran mahasiswa, platform riset lanjutan, dan sarana pelatihan bersama mitra industri, PT United Tractors Tbk.

Ketua Program Studi TPPAB sekaligus ketua tim peneliti, Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., IPM., yang akrab disapa Dr. Ade, menyampaikan bahwa ETB dirancang sejak awal agar tidak berhenti sebagai alat riset. Beliau menekankan bahwa mesin SAA6D107E-1 adalah mesin yang sama dengan yang menggerakkan ekskavator Komatsu PC200-8, sehingga mahasiswa dapat berlatih langsung pada teknologi yang akan mereka temui di dunia kerja.
Dalam pembelajaran, ETB digunakan sebagai trainer pada mata kuliah Praktik Mesin Diesel 1 dan Praktik Mesin Diesel 2, yang juga mendukung pendalaman materi teori Mesin Diesel 1 dan 2. Mahasiswa mempelajari prosedur pemeriksaan awal, start engine, pembacaan parameter melalui web dashboard, hingga pengaruh gangguan suplai bahan bakar terhadap kinerja mesin. Melalui katup variasi fuel flow velocity (FFV) pada empat tingkat bukaan, gejala low power yang selama ini hanya dijelaskan secara teori dapat diamati langsung dan aman. Fasilitas ini juga telah dimanfaatkan dalam Project Based Learning lintas mata kuliah Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Mesin, capstone project, dan tugas akhir mahasiswa TPPAB.
Di bidang riset, Dr. Ade menjelaskan bahwa kajian FFV menjadi pintu masuk menuju pengukuran in situ berbasis Electrical Resistance Tomography (ERT). Teknologi ini dikembangkan untuk memudahkan pemantauan fenomena gelembung udara dan endapan (sludge) di dalam saluran bahan bakar secara real-time tanpa membongkar komponen. Riset ini sejalan dengan peta jalan Advanced Monitoring System for Green Manufacturing Equipment menuju in situ hydraulic monitoring system pada 2027. Selain itu, panas gas buang mesin akan dikaji untuk dimanfaatkan kembali melalui Thermoelectric Generator (TEG), melanjutkan riset pemanfaatan panas buang mesin diesel yang telah dipublikasikan tim DTM SV UGM sebelumnya.
Beliau menambahkan bahwa satu fasilitas ini memberi efek berganda (multiplier effect): bahan ajar praktikum, topik tugas akhir dan capstone, publikasi ilmiah, kolaborasi internasional bersama Xi’an University of Technology, Tiongkok, serta penguatan kompetensi dosen dan teknisi laboratorium dalam teknologi common rail dan sistem monitoring berbasis IoT.
Pada sisi industri, ETB diharapkan dapat dimanfaatkan secara masif bersama mitra industri PT United Tractors Tbk untuk program training of trainers (ToT). Program ini diarahkan untuk menyelaraskan kurikulum dan materi pelatihan TPPAB dengan UT School Semarang, sehingga instruktur dari kedua pihak memiliki standar kompetensi yang sama dalam perawatan dan diagnosis mesin common rail alat berat. Kolaborasi ini melanjutkan sinergi yang telah terjalin, termasuk capstone project mahasiswa TPPAB di PT United Tractors Tbk Semarang yang didukung oleh Bapak Galih Wicaksono.
Dr. Ade berharap ETB dapat menjadi model fasilitas vokasi yang menghubungkan pembelajaran, riset, dan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan TPPAB tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menangani permasalahan nyata seperti low power pada alat berat.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs):
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): menghadirkan trainer mesin common rail untuk praktikum, PBL, capstone, dan tugas akhir mahasiswa vokasi.
- SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): mendorong efisiensi bahan bakar dan pemanfaatan kembali panas gas buang melalui TEG.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): mengembangkan teknologi pengukuran in situ berbasis ERT untuk diagnosis alat berat.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): memperkuat perawatan berbasis kondisi untuk menekan pemborosan bahan bakar dan emisi.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): membangun kemitraan dengan PT United Tractors Tbk, UT School Semarang, dan Xi’an University of Technology.
Penelitian ini didanai oleh Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melalui Program Hibah Riset dan Pembuatan Artikel Publikasi Tahun 2026.