Inovasi Kursi Roda Lipat Elektrik Hasil Konversi Kursi Roda Manual

Inovasi Kursi Roda Lipat Elektrik Hasil Konversi Kursi Roda Manual

Upaya peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas dan lanjut usia terus diperkuat melalui inovasi teknologi terapan yang inklusif. Tim peneliti lintas dosen dan mahasiswa berhasil merancang serta merealisasikan proses konversi kursi roda manual menjadi kursi roda elektrik portabel yang fungsional. Inovasi ini hadir sebagai langkah konkrit perguruan tinggi dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penyediaan akses sarana mobilitas yang berkeadilan.

Tantangan Aksesibilitas dan Solusi Konversi

Mobilitas mandiri merupakan kebutuhan mendasar bagi kelompok disabilitas maupun manula dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kursi roda manual tipe travel kerap menjadi pilihan utama karena bobotnya yang ringan dan mudah dilipat untuk dibawa berpergian. Namun, pengoperasian secara manual menggunakan tenaga tangan sering kali menguras energi pengguna, terutama untuk perjalanan jarak jauh atau lintasan menanjak. Sementara itu, kursi roda listrik pabrikan di pasaran umumnya berbobot berat, memiliki dimensi besar, serta dijual dengan harga relatif tinggi.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti memanfaatkan basis kursi roda lipat tipe travel produksi Foshan Dongfang Medical Equipment Manufactory Co., Ltd. Alat bantu mobilitas seberat 12,6 kg yang telah memenuhi standar internasional ISO 7176 ini dipilih sebagai platform konversi. Tujuan utamanya adalah mentransformasi mekanisme penggerak manual menjadi elektrik tanpa menghilangkan keunggulan utama produk, yaitu kemudahan untuk dilipat dan dibawa secara praktis.

Perancangan Komputasi dan Analisis Rekayasa (CAE)

Pengembangan diawali dengan studi kelayakan teknis untuk menentukan tata letak komponen elektronik dan mekanik tambahan. Tantangan utama perancangan terletak pada penempatan unit baterai dan sistem penggerak agar tidak mengganggu fleksibilitas rangka saat dilipat. Tim melakukan pemodelan digital serta analisis kekuatan komponen berbasis Computer Aided Engineering (CAE). Evaluasi simulasi ini dilakukan guna memastikan bahwa penambahan beban motor dan baterai tidak mengurangi batas keandalan struktur rangka asli, sehingga tingkat keamanan pengguna tetap terjamin secara optimal.

Tahapan Konversi dan Fabrikasi Sistem

Setelah tahap perancangan komputasi selesai, proses manufaktur dan konversi dilaksanakan melalui serangkaian langkah teknis berpresisi tinggi:

  1. Pengerjaan Mekanis dan Fabrikasi Las: Meliputi proses machining dan pengelasan untuk membuat dudukan sistem penggerak serta komponen mekanik tambahan pada rangka kursi roda.
  2. Rapid Prototyping Casing Baterai: Pembuatan wadah pelindung baterai menggunakan teknologi cetak tiga dimensi (3D print) guna menghasilkan bentuk yang kompak, ringan, presisi, dan tahan terhadap guncangan.
  3. Integrasi Penggerak dan Controler: Sistem kelistrikan ditenagai oleh baterai lithium polimer berkapasitas 24 Volt 20 Ampere yang menyalurkan energi ke dua unit motor listrik berdaya masing-masing 250 Watt. Seluruh pergerakan dikendalikan secara fleksibel menggunakan sistem controller berbasis joystick yang mudah dioperasikan oleh pengguna.

Hasil akhir konversi ini menghasilkan kursi roda elektrik yang responsif, ergonomis, dan sangat nyaman digunakan. Keberhasilan proyek ini membuktikan bahwa teknologi konversi tepat guna mampu menjadi solusi efisien dalam menyediakan alat bantu mobilitas modern bagi masyarakat yang membutuhkan.

Susunan Tim Peneliti

Kegiatan perancangan dan konversi ini terlaksana atas kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa:

Ketua Tim: Dr. Ir. Handoko, S.T., M.T.

Anggota Dosen:

  1. Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D. (Departemen Teknik Mesin, SV UGM)
  2. Dr. Ir. Widia Setiawan, S.T., M.T., IPM. (Departemen Teknik Mesin, SV UGM)
  3. Ir. Budi Basuki, S.T., M.Eng. (Departemen Teknik Mesin, SV UGM)
  4. Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng. (Departemen Teknik Mesin, SV UGM)
  5. Ir. Muhammad Arrofiq, S.T., M.T., Ph.D., IPM. (Departemen Teknik Elektro dan Informatika, ,SV UGM)

Anggota Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Mesin, Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada:

  1. Rizky Kurniawan (NIM 22/493661/SV/20720)
  2. Arif Pratama (NIM 22/503252/SV/21489)
  3. Bakhrul Annas (NIM 24/545448/SV/25688)
  4. Muhammad Farhan Rayhansyah (NIM 24/544977/SV/25583)
  5. Sulthan Farastio Ramadhan Suhud (NIM 24/543367/SV/25200)
  6. Muhammad Zulfan Taufiq (NIM 24/543859/SV/25279)
  7. Muhammad Evendy Dwi Nugroho (NIM 24/544069/SV/25321)
  8. Mada Muhammad (NIM 24/544180/SV/25338)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses