TOKYO – Dalam upaya berkelanjutan untuk merespons tantangan pendidikan tinggi teknik dan vokasi di era modern, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) terus memperluas jejaring internasionalnya. Pada Selasa (6/10/2026), delegasi DTM SV UGM yang diwakili oleh Dr. Eng. Ir. Agustinus Winarno, S.T., M.Eng. melakukan kunjungan dan diskusi strategis bersama Prof. Yasuyuki Yokono dari Graduate Program for Social Design Innovation (GMSI), The University of Tokyo, Jepang.
pengembangan kompetensi mahasiswa
Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ACCRETECH atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan Mechanical Fair UGM 2026, yang dilaksanakan pada 20–21 Mei 2026 di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Jalan Blimbingsari, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dukungan ACCRETECH diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop Coordinate Measuring Machine (CMM) yang memberikan kesempatan bagi peserta, guru pendamping, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempelajari teknologi pengukuran presisi yang banyak diterapkan dalam industri manufaktur modern. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam memperkenalkan teknologi pengukuran yang berperan besar dalam menjamin akurasi, efisiensi, dan kualitas produk manufaktur.
Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada United Tractors atas dukungan dan kontribusi yang diberikan dalam pelaksanaan Kompetisi Alat Berat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Mechanical Fair UGM 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 20–21 Mei 2026 bertempat di Kampus II Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika 2A, Yogyakarta.
Dukungan dari United Tractors menjadi bagian penting dalam keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan industri bagi para peserta. Melalui keterlibatan langsung dari mitra industri, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami lebih dekat perkembangan teknologi, sistem kerja, serta praktik operasional pada bidang alat berat yang terus berkembang mengikuti tuntutan zaman.