Yogyakarta —Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur, bambu berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan alternatif berbasis sumber daya terbarukan—termasuk melalui rekayasa teknik untuk aplikasi konstruksi seperti papan landasan sementara atau road mat bagi kendaraan dan alat berat. Bambu bukan digunakan. Sebagai pengganti langsung kayu maupun material konstruksi konvensional. Namun, karakter pertumbuhannya membuka peluang pemanfaatan yang berbeda. Pada rumpun yang dikelola dengan baik, batang dapat dipanen secara selektif tanpa harus menebang habis seluruh rumpun. Sejumlah jenis bambu juga dapat mencapai umur panen dalam kisaran sekitar 4–5 tahun, bergantung pada jenis, kondisi tapak, dan tata kelola. Hal ini menjadikan bambu menarik untuk dikembangkan sebagai bahan baku konstruksi yang dapat diperbarui secara berkala.
Arsip:
Kolaborasi industri dan perguruan tinggi



Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari tim MathWorks pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan DTM, Jl. Yacaranda Sekip Unit IV, Yogyakarta ini merupakan bagian dari kunjungan sponsor sekaligus penjajakan potensi kolaborasi antara kedua belah pihak.

Tim MathWorks yang hadir terdiri atas Bambang Nugroho (Account Manager Indonesia), Ade Pratama (Application Engineer Indonesia), serta Yaswenee (CWL Success Story, Malaysia). Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh kerja sama sponsorship antara MathWorks dan Tim Lomba Mahasiswa Yacaranda yang sebelumnya berhasil meraih beberapa kategori kemenangan dalam ajang PLN ICE 2025.