Yogyakarta —Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur, bambu berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan alternatif berbasis sumber daya terbarukan—termasuk melalui rekayasa teknik untuk aplikasi konstruksi seperti papan landasan sementara atau road mat bagi kendaraan dan alat berat. Bambu bukan digunakan. Sebagai pengganti langsung kayu maupun material konstruksi konvensional. Namun, karakter pertumbuhannya membuka peluang pemanfaatan yang berbeda. Pada rumpun yang dikelola dengan baik, batang dapat dipanen secara selektif tanpa harus menebang habis seluruh rumpun. Sejumlah jenis bambu juga dapat mencapai umur panen dalam kisaran sekitar 4–5 tahun, bergantung pada jenis, kondisi tapak, dan tata kelola. Hal ini menjadikan bambu menarik untuk dikembangkan sebagai bahan baku konstruksi yang dapat diperbarui secara berkala.
infrastruktur berkelanjutan



Robith Fuadi, mahasiswa Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih penghargaan Best Presenter dalam Seminar Nasional Teknologi Terapan 2024 yang diadakan di UGM. Seminar ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai universitas dan institusi di Indonesia, mempertemukan akademisi, praktisi, serta pakar teknologi terapan.
Dalam presentasinya, Robith yang dibimbing oleh Irfan Bahiuddin, memaparkan makalah berjudul “Implementasi Digital Twin pada Alat Berat: Studi Tinjauan Mengenai Aplikasi, Tantangan, dan Peluang.” Digital Twin (DT) adalah teknologi yang menghubungkan model virtual dengan aset fisik secara real-time dan telah menunjukkan potensi besar dalam pemeliharaan dan pengelolaan alat berat seperti excavator, forklift, dan bulldozer. Teknologi DT memungkinkan pemantauan kinerja, prediksi kegagalan, dan optimasi perawatan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya pemeliharaan. Di DTM sendiri, topik ini sedang dikembangkan dan diteliti oleh team.