

Yogyakarta — Dosen dan mahasiswa Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) melaksanakan kegiatan simulasi desain undercarriage untuk alat peraga mini excavator Zhugimada pada periode Juni hingga Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di laboratorium perancangan Departemen Teknik Mesin SV UGM.
Mini excavator Zhugimada merupakan alat peraga pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung kegiatan praktik mahasiswa dalam memahami sistem hidrolik dan mekanisme gerak alat berat. Unit ini menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga utama yang menggerakkan pompa hidrolik untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Energi tersebut kemudian didistribusikan ke silinder hidrolik guna menggerakkan komponen utama seperti bucket, arm, dan boom.

Hingga saat ini, alat peraga Zhugimada baru dapat digunakan untuk praktik pemahaman sistem hidrolik dan gerak front attachment. Namun, unit tersebut belum memiliki kemampuan berpindah tempat dan berputar seperti excavator sesungguhnya karena belum dilengkapi bagian undercarriage. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dilakukan untuk merancang komponen undercarriage menggunakan pendekatan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM).
Proses penelitian dimulai dengan studi literatur mengenai sistem undercarriage pada alat berat, diikuti dengan tahap perancangan yang mencakup pengukuran dimensi, pemilihan material, dan pembuatan gambar teknik dengan bantuan perangkat lunak Computer-Aided Drawing (CAD). Setelah desain selesai, dilakukan simulasi menggunakan perangkat Computer-Aided Engineering (CAE) untuk menganalisis tegangan (von Mises stress), deformasi (deflection), serta faktor keamanan (safety factor). Hasil simulasi ini akan menjadi dasar penting dalam proses manufaktur dan perakitan undercarriage alat peraga Zhugimada pada tahap berikutnya.
Kegiatan penelitian ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan alat peraga pembelajaran di bidang teknik mesin, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG No. 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi berbasis riset dan SDG No. 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penerapan inovasi teknologi dalam pengembangan alat pembelajaran teknik.
