Tim Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kunjungan industri ke PT Fuji Seat Indonesia pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam mendukung pembelajaran terapan, pengembangan kompetensi, serta pertukaran pengetahuan mengenai proses manufaktur.
Delegasi UGM terdiri atas Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM, ASEAN Eng. dan Dr. Ilham Ayu Putri Pratiwi, S.T. dari Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM, serta Isnan Nur Rifa’i, S.Si., M.Eng., Ph.D. dan Prima Asmara Sejati, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM.
Tim diterima oleh jajaran pimpinan dan pengelola PT Fuji Seat Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di sejumlah fasilitas perusahaan yang berada di Kawasan Industri Surya Cipta dan Karawang International Industrial City (KIIC).

Rangkaian kunjungan diawali dengan pembukaan, safety induction, dan pemaparan profil perusahaan. Tim kemudian meninjau beberapa fasilitas produksi untuk memperoleh gambaran mengenai tahapan pembuatan komponen dan perakitan kursi kendaraan.
Dalam kunjungan tersebut, tim mengamati berbagai proses produksi, antara lain perakitan, pemotongan bahan, penjahitan cover, pembentukan komponen berbasis polyurethane, stamping, pengolahan pipa, pengelasan, pemeriksaan kualitas, injection molding, dan polyurethane molding.
Tim UGM juga mengunjungi Fuji Seat Learning Center yang dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan keselamatan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan pembelajaran proses manufaktur. Kunjungan tersebut memberikan wawasan mengenai penerapan sistem produksi, pengendalian kualitas, otomasi, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan industri manufaktur.
Selain melakukan peninjauan fasilitas, kedua pihak berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, pengembangan kompetensi, dan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Pembahasan tersebut masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan prosedur kelembagaan masing-masing pihak.

Melalui kegiatan ini, para dosen memperoleh referensi aktual mengenai perkembangan proses manufaktur yang dapat mendukung pengembangan pembelajaran dan penelitian terapan. Kunjungan industri ini juga diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara materi akademik dan praktik yang diterapkan di dunia kerja.
Kegiatan ini berkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran berbasis industri, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pertukaran pengetahuan di bidang manufaktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penjajakan hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan mitra industri.