Mahasiswa DTM SV UGM Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pengembangan Mesin Pencacah Sampah Plastik Portable

Yogyakarta, 2025 — Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) menerapkan konsep Project-Based Learning (PBL) melalui kegiatan perancangan dan pembuatan mesin pencacah sampah plastik portable untuk aplikasi rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen DTM SV UGM sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kolaboratif berbasis masalah nyata di masyarakat.

Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis seperti desain mekanik, perhitungan torsi, pemilihan material, dan analisis kekuatan struktur menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA), tetapi juga memahami konteks sosial dari isu pengelolaan sampah di Yogyakarta. Mahasiswa merancang sistem mesin yang hemat energi dengan motor 200 watt dan gearbox rasio 1:40, serta menggunakan bahan hardox 500 untuk pisau pencacah agar tahan terhadap deformasi plastik selama proses pengujian

Dalam prosesnya, mahasiswa juga menghadapi tantangan nyata, seperti keterbatasan torsi motor dan ketajaman pisau, yang kemudian dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan desain pada tahap berikutnya. Pendekatan ini menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama tim lintas bidang, karena proyek turut melibatkan penerapan dari beberapa mata kuliah seperti Teknik Kendali, Perpipaan, Mold & Dies, dan Jig Design

Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi PBL di DTM SV UGM, di mana mahasiswa belajar merancang solusi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga berkontribusi terhadap isu lingkungan yang relevan. Selain meningkatkan kompetensi akademik, proyek ini menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya inovasi berkelanjutan sejak di bangku kuliah.

Proyek ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 (Quality Education) melalui penerapan pembelajaran inovatif, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi tepat guna, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dalam upaya mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses