




Xi’an, China – Dua mahasiswa Departemen Teknik Mesin (DTM), Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Ahmad Muhsin Al Mataromi dan Garda Emilsyah Pahlevi, telah berhasil menyelesaikan Short-Term Exchange Program di Xi’an University of Technology (XUT), Tiongkok.
Program yang berlangsung pada 19 September hingga 15 Oktober 2025 ini berfokus pada dua penelitian kolaboratif terapan yang menggunakan metode deteksi non-invasif, di bawah bimbingan Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno (UGM) dan Assoc. Prof. Bo Sun (XUT).
Kedua mahasiswa mengerjakan penelitian berbasis teknologi impedansi yang diterapkan pada dua bidang berbeda namun sama-sama krusial, yakni sistem aliran dua-fasa (energi panas bumi) dan pertanian cerdas (smart agriculture), yang menunjukkan luasnya aplikasi teknik mesin dalam inovasi berkelanjutan berbasis teknologi.

Gambar. 1. Foto Bersama di School of Mechanical & Instrumental Engineering, Xi’an University of Technology (XUT), China
Electrical Impedance Tomography (EIT) untuk Sistem Aliran Dua-Fasa Energi Panas Bumi
Ahmad Muhsin Al Mataromi berfokus pada penerapan Electrical Impedance Tomography (EIT) untuk pemantauan kondisi aliran dua-fasa pada pipa industri panas bumi. Penelitian ini menjawab persoalan silica scaling (penumpukan kerak silika) yang kerap terjadi di dalam pipa dan dapat menurunkan efisiensi pembangkit listrik panas bumi.
Metode EIT yang diterapkan merupakan teknik pencitraan non-invasif yang memungkinkan pemantauan kondisi internal pipa secara real-time tanpa perlu membuka sistem.
Penelitian ini terdiri atas dua tahap utama:
- Perancangan dan pengembangan sistem hardware EIT agar dapat diterapkan di laboratorium UGM.
- Tahap eksperimen dan pemrosesan data untuk mendeteksi anomali pada aliran fluida di dalam pipa.
Hasil penelitian menunjukkan capaian yang positif. Sistem EIT yang dikembangkan berhasil mendeteksi anomali (simulasi kerak silika) pada empat posisi berbeda di dalam pipa, yang membuktikan bahwa metode ini efektif digunakan untuk pemantauan kondisi pipa dan preventive maintenance pada sistem panas bumi secara berkelanjutan.

Gambar. 2. Experiment and Simulation works of Electrical Impedance Tomography (EIT) at XUT
Electrical Impedance Spectroscopy (EIS) untuk Pertanian Cerdas
Sementara itu, Garda Emilsyah Pahlevi meneliti penggunaan Electrical Impedance Spectroscopy (EIS) sebagai metode deteksi non-invasif untuk pemantauan kondisi fisiologis tanaman, yang menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan pertanian cerdas (smart agriculture).
Metode EIS bekerja dengan mengukur respons impedansi jaringan tanaman terhadap sinyal listrik pada berbagai frekuensi. Dari hasil pengukuran tersebut, perubahan respons dapat digunakan untuk menentukan kondisi fisiologis tanaman, seperti kadar air atau tingkat kesehatan jaringan, tanpa merusak tanaman.
Penelitian ini berpotensi besar dalam mendukung pengembangan teknologi pertanian presisi, di mana pemantauan kondisi tanaman secara real-time dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Eksplorasi Budaya dan Wawasan Global
Selain kegiatan riset, program ini juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mempelajari budaya Tiongkok secara langsung melalui berbagai kegiatan edukatif dan kunjungan budaya.

Mahasiswa berkesempatan mengunjungi beberapa situs bersejarah di Kota Xi’an, termasuk Tembok Kota Xi’an (Xi’an City Wall) dan Masjid Agung Xi’an (Great Mosque of Xi’an), yang menjadi simbol perpaduan sejarah dan nilai-nilai sosial di Tiongkok.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan mahasiswa XUT, para peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang nilai sosial dan budaya Tiongkok, sekaligus memperluas jaringan akademik dan profesional di tingkat global.
Komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kegiatan riset kolaboratif ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pendidikan, riset, dan kerja sama internasional.
- Penelitian Ahmad Muhsin tentang sistem EIT untuk panas bumi berkontribusi terhadap:
- SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau, melalui peningkatan efisiensi energi terbarukan dan sistem pemantauan yang berkelanjutan.
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi pemeliharaan industri berbasis inovasi.
- Penelitian Garda Emilsyah tentang EIS untuk tanaman mendukung:
- SDG 2 – Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas pangan.
- SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui optimalisasi penggunaan sumber daya dalam sektor pertanian.
- Kemitraan antara UGM dan XUT juga memperkuat:
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi akademik dan riset lintas negara yang berkelanjutan.
Melalui program ini, Departemen Teknik Mesin SV UGM terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset terapan berorientasi global, menumbuhkan insinyur vokasi yang kompeten dan adaptif, serta memperkuat jejaring internasional yang mendukung inovasi berkelanjutan di bidang teknik dan teknologi terapan.
Kontributor:
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Dosen Pembimbing: Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno (UGM) dan Assoc. Prof. Bo Sun (XUT)
Mahasiswa Peserta: Ahmad Muhsin Al Mataromi dan Garda Emilsyah Pahlevi
Institusi Tuan Rumah: Xi’an University of Technology (XUT), Xi’an, Shaanxi, Tiongkok
SDGs Terkait:
⚡ SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau
🏭 SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
🌾 SDG 2 – Tanpa Kelaparan
♻️ SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
🤝 SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan