Mahasiswa DTM SV UGM Ikuti Program Short-Term Student Exchange di Jiangsu University of Technology, Tiongkok

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan sejumlah universitas mitra luar negeri asal Tiongkok, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi (DTM SV) UGM berkesempatan mengirimkan mahasiswa dalam program Short-Term Student Exchange di Jiangsu University of Technology (JSUT), Changzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional, memperluas wawasan global mahasiswa, serta memperkokoh komitmen SV UGM dalam mendorong kolaborasi akademik dan riset lintas negara yang berkelanjutan.

Program Pertukaran dan Kegiatan Akademik

Program ini berlangsung selama satu bulan, pada September hingga Oktober 2025, diikuti oleh dua mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin, yakni Luthfi Athaya Wicaksono (22/503910/SV/21558) dan Rafli Bagas Dzulfiqar (22/504164/SV/21599). Keduanya berkesempatan untuk belajar dan berkolaborasi di Medical Device School of Mechanical Engineering, JSUT, dengan bimbingan Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.

  

Selama program, masing-masing mahasiswa melaksanakan proyek riset dengan fokus pada penerapan teknologi rekayasa dan inovasi teknik mesin modern:

  • Luthfi Athaya Wicaksonomengerjakan proyek berjudul “System Design and Optimization for Blood-Based Thrombosis Detection Using Electrical Impedance Tomography (EIT)”. Penelitian ini mengembangkan sistem EIT tank dengan sirkulasi fluida yang meniru aliran darah manusia, berpotensi besar untuk pengembangan teknologi rekayasa medis berbasis karakteristik impedansi biologis.
  • Rafli Bagas Dzulfiqarmeneliti “Automated Garbage Sorting System Using Vision-Based Machine Learning and Servo Motors”, yang berfokus pada rancangan sistem penyortiran sampah otomatis berbasis pembelajaran mesin dan kendali servo sebagai upaya mendukung teknologi pengelolaan limbah yang cerdas dan berkelanjutan.

Kedua proyek tersebut mencerminkan semangat inovasi dan kolaborasi lintas disiplin, menggabungkan mechanical designautomation, serta applied technology dalam konteks internasional. Selain riset individu, mahasiswa juga berkolaborasi dalam pengembangan dan pengujian sistem, berdiskusi dengan dosen serta mahasiswa JSUT, dan aktif dalam berbagai kegiatan laboratorium.

Sebagai bagian dari kegiatan akademik, mahasiswa juga mengikuti company visit ke Aubo Robotics, Jiangsu, guna mempelajari penerapan teknologi otomatisasi dan robotika di industri manufaktur modern. Pengalaman ini memberikan wawasan praktis tentang integrasi antara riset akademik dan kebutuhan industri.

Pengenalan Budaya dan Pertukaran Pengalaman

Selain kegiatan akademik, peserta program juga mengikuti kegiatan pengenalan budaya dan kunjungan edukatif di berbagai lokasi bersejarah di Tiongkok. Bersama mahasiswa JSUT, mereka mengunjungi Qingguo Lane di Changzhou— kawasan warisan budaya yang menjadi pusat perkembangan sastra klasik Tiongkok — serta kota Nanjing, salah satu kota tertua dan bersejarah di negara tersebut.
Kunjungan ke Xuanwu Lake dan Nanjing City Wall menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan budaya dan sejarah bagi kedua mahasiswa.

Program ini juga memfasilitasi pembelajaran lintas budaya dan bahasa, di mana mahasiswa SV UGM berinteraksi aktif menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, sekaligus mempelajari dasar-dasar bahasa Mandarin untuk komunikasi sehari-hari. Interaksi dua arah ini turut mendorong mahasiswa JSUT untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, menciptakan suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Adaptasi dan Pembelajaran Global

Sebelum keberangkatan, mahasiswa telah melalui serangkaian persiapan seperti pengurusan visa, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, serta penyesuaian kebutuhan logistik, termasuk akses terhadap makanan halal. Dukungan dari dosen dan mahasiswa JSUT turut membantu kelancaran adaptasi selama program berlangsung.

Program ini bukan hanya tentang riset dan akademik, tetapi juga tentang pengalaman hidup di lingkungan internasional, memahami nilai-nilai lintas budaya, serta membangun jejaring global yang bermanfaat untuk karier akademik dan profesional di masa depan.

Refleksi dan Prospek ke Depan

Keikutsertaan mahasiswa DTM SV UGM dalam program Short-Term Student Exchange di JSUT menjadi bukti nyata dari semangat internasionalisasi pendidikan vokasi Indonesia. Program ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi lanjutan antara UGM dan JSUT dalam bentuk joint researchstudent mobility, dan pengajaran kolaboratif di bidang teknik mesin, otomasi, serta rekayasa medis.

Selain memperkuat kerja sama antar universitas, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4 – Quality Education, melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas dan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa;
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi.

Dengan dukungan penuh dari Departemen Teknik Mesin SV UGM dan pihak JSUT, program ini berhasil menumbuhkan semangat kolaborasi, memperluas cakrawala akademik mahasiswa, serta memperkuat posisi Sekolah Vokasi UGMsebagai institusi pendidikan vokasi berkelas dunia yang berorientasi pada inovasi, riset terapan, dan jejaring internasional.

Kontributor:
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Pembimbing: Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.
Mahasiswa peserta: Luthfi Athaya Wicaksono dan Rafli Bagas Dzulfiqar
Lokasi program: Jiangsu University of Technology (JSUT), Changzhou, Jiangsu, Tiongkok

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses