Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan kunjungan industri dan observasi lapangan ke Java Bamboo Lamina pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL) yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan industri dalam mendukung pengembangan teknologi pengolahan bambu laminasi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini didampingi oleh dosen Departemen Teknik Mesin, yaitu Ir. Radhian Krisnaputra, S.T., M.Eng., IPM; Ir. Ignatius Aris Hendaryanto, S.T., M.Eng., IPM; serta Dr. Ilham Ayu Putri Pratiwi, S.T. Kehadiran mahasiswa disambut langsung oleh Bapak Agus Nurudin, S.H selaku Direktur, bersama Afif Haryawan dan Yazid selaku manajer produksi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi proses produksi bambu laminasi mulai dari tahap pemilihan bahan baku, pembelahan bambu, penyerutan, pengeringan, proses perekatan, hingga pengempaan dan finishing produk. Selain memahami alur produksi, mahasiswa juga melakukan identifikasi berbagai tantangan teknis yang dihadapi industri, seperti efisiensi proses produksi, kualitas dimensi bilah bambu, optimasi penggunaan perekat, serta pengendalian kualitas produk akhir.
Melalui pendekatan PBL, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mempelajari proses industri secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam merumuskan solusi rekayasa yang aplikatif terhadap permasalahan nyata di lapangan. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi desain mekanik, proses manufaktur, analisa material, serta pengembangan teknologi tepat guna guna mendukung peningkatan produktivitas industri bambu laminasi nasional.

Kegiatan kunjungan industri ini juga sejalan dengan implementasi beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis industri dan peningkatan kompetensi mahasiswa vokasi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi teknologi manufaktur bambu laminasi, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan material bambu sebagai bahan ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Climate Action) melalui dukungan terhadap penggunaan material rendah emisi pengganti kayu konvensional.
Direktur Java Bamboo Lamina, Agus Nurudin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan industri. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam identifikasi masalah produksi dapat membuka peluang pengembangan inovasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri bambu saat ini. Sementara itu, tim dosen pendamping berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal terbentuknya sinergi berkelanjutan antara kampus dan industri dalam pengembangan teknologi bambu laminasi berbasis riset terapan dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Mesin SV UGM terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lulusan vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri hijau dan teknologi manufaktur berkelanjutan di Indonesia.