Dua Inovasi Unggulan SV UGM Hadir di Pameran Internasional EDRR Indonesia 2025

Lab. Peralatan Industri (Digital Manufacturing) Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM, bekerja sama dengan CoE Fabrication Laboratory (Fablab) FRC UGM dan CoE lainnya — CoE Smart System serta CoE Smart-Agri — turut ambil bagian dalam Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2025.
Pada ajang internasional ini, tim menampilkan dua inovasi unggulan hasil kolaborasi:

     

Wound Scanner, dikembangkan oleh Dr. Ir. Setyawan Bekti Wibowo, S.T., M.Eng., IPM beserta tim, yang berfungsi sebagai alat tanggap darurat untuk mengukur luas dan kedalaman luka di lapangan. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses diagnosis medis, khususnya di daerah bencana dengan keterbatasan tenaga dokter.
Natural-Resilient Smart Agriculture by FASTAN, hasil pengembangan kolaboratif yang dikoordinatori oleh Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., sebagai fasilitas smart agriculture yang tangguh terhadap tantangan lingkungan dan bencana, sekaligus menjadi solusi strategis untuk menjawab isu ketahanan pangan (food security).

   

EDRR Indonesia 2025 merupakan pameran dan konferensi internasional berskala besar yang berfokus pada tanggap darurat dan kesiapsiagaan bencana, mencakup inovasi di bidang keselamatan kebakaran, perlengkapan pelindung, hingga penyimpanan energi portabel. Pada penyelanggaran EDDR Indonesia 2025, kunjungan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Praktino, S.Sos., M.A. dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihadirkan oleh Sekolah Vokasi UGM. Kedua tokoh nasional tersebut menilai bahwa Wound Scanner dan Natural-Resilient Smart Agriculture merupakan terobosan penting yang relevan dengan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta layak untuk diadopsi secara luas di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran dua produk unggulan hasil inkubasi laboratorium dan CoE di Departemen Teknik Mesin, serta kolaborasi lintas departemen di lingkungan Sekolah Vokasi UGM, menjadi bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam menghadapi isu strategis nasional maupun global.

Partisipasi dua inovasi unggulan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Wound Scanner berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dengan meningkatkan akses layanan kesehatan di situasi darurat dan wilayah bencana. Sementara itu, Natural-Resilient Smart Agriculture mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) melalui penerapan teknologi pertanian cerdas yang tangguh terhadap dampak bencana dan perubahan iklim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses