



Yogyakarta, 9 Agustus 2025 — Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan analisa kegagalan material bagi para guru Program Keahlian Teknik Alat Berat di SMK Negeri 1 Ngawen, Gunungkidul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DTM SV UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik vokasi agar mampu mengajarkan prinsip perawatan alat berat yang berbasis analisis ilmiah.
SMKN 1 Ngawen, Gunungkidul dipilih sebagai mitra program karena memiliki reputasi sebagai salah satu sekolah rujukan bidang teknik alat berat di wilayah DI Yogyakarta. Berlokasi di daerah perbukitan dengan akses geografis yang menantang, sekolah ini dikenal memiliki siswa dengan semangat belajar dan daya juang tinggi. Selain itu, tingkat serapan lulusan ke industri pertambangan, konstruksi, dan alat berat juga termasuk yang tertinggi di wilayah tersebut. Kondisi tersebut menjadikan SMKN 1 Ngawen mitra strategis dalam pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan industri.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari 7 hingga 9 Agustus 2025 di Laboratorium Bahan Teknik DTM SV UGM dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik laboratorium. Peserta mendapatkan materi tentang karakteristik material teknik, mekanisme kegagalan komponen, serta metode pengujian seperti uji tarik, uji kekerasan, uji impak, dye penetrant, dan analisis struktur mikro. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami hubungan antara penyebab kegagalan material dengan kondisi operasi alat berat di lapangan. Pelatihan teknis secara langsung diampu oleh Isworo Djati, S.T, dan Wiyadi, S.T. sebagai instruktur, dengan dibantu oleh dua mahasiswa DTM SV UGM.


Ketua pelaksana program, Radhian Krisnaputra, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru vokasi agar mampu menyiapkan peserta didik dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. “Guru SMK memiliki peran strategis dalam membentuk tenaga teknis masa depan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan guru tidak hanya memahami aspek perawatan alat berat, tetapi juga mampu menganalisis penyebab kerusakan dan menentukan solusinya secara ilmiah,” ungkapnya.
Kepala SMKN 1 Ngawen, Drs. Sriyono, M.Ds., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru kami. Penguasaan metode pengujian material dan analisa kegagalan akan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, dan kami berkomitmen untuk meneruskan ilmu ini kepada siswa,” ujarnya. Salah satu guru peserta pelatihan, juga menambahkan bahwa pelatihan ini memperluas wawasan tentang pendekatan ilmiah dalam perawatan alat berat dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara SMK dan perguruan tinggi.
Selain menghasilkan peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan alat uji cacat material yaitu dye penetrant kit untuk mendukung kegiatan praktikum lanjutan di sekolah SMKN 1 Ngawen.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi erat antara akademisi (DTM SV UGM), pemerintah desa, dan masyarakat.Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi, DTM SV UGM berkomitmen memperkuat pendidikan teknik yang adaptif terhadap kebutuhan industri nasional.