



Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa implementasi mesin pencacah sampah plastik untuk mendukung kegiatan daur ulang di Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al-Maa’uun Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen yaitu I. Aris Hendaryanto, Setyawan Bekti Wibowo, Irfan Bahiuddin, Nyayu Aisyah, Ilham Ayu Putri Pratiwi, dengan kolaborasi bersama pengelola panti yang dikoordinir oleh Sukarwi.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama enam bulan, mulai Juni hingga November 2025, dan dipusatkan di fasilitas pengolahan sampah terpadu yang berada di lingkungan panti. Program ini merupakan kelanjutan dari upaya pengelola panti dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Selama ini, sampah organik telah berhasil diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk organik, media tanam, dan pakan ikan. Namun, penanganan sampah anorganik, khususnya plastik, masih terbatas pada pemilahan dan reuse.

Melalui program ini, tim DTM SV UGM merancang dan membuat mesin pencacah plastik yang mengacu pada hasil penelitian terdahulu. Mesin tersebut berfungsi mencacah sampah botol dan gelas plastik bekas kemasan minuman menjadi potongan berukuran 1–1,5 cm. Proses pembuatan meliputi tahapan perencanaan, perancangan, manufaktur, pengujian kinerja, serta evaluasi hasil. Berdasarkan uji coba, mesin bekerja dengan baik dan mampu menghasilkan cacahan plastik yang memenuhi kebutuhan proses daur ulang lanjutan.

Upaya pengembangan mesin pencacah ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah anorganik secara lebih efektif di lingkungan panti. Selain memperkuat komitmen panti dalam mengurangi timbulan sampah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah skala kecil yang dapat diterapkan oleh masyarakat sekitar.
Program pengabdian ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), melalui pengurangan limbah dan peningkatan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.