BEKASI, 7 April 2026 – Inovasi lintas disiplin hasil pengembangan Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi UGM sukses menarik perhatian dunia industri global. Keberhasilan dalam merintis teknologi medis digital melalui International Joint Laboratory: Digi-Medical Engineering and Integrated Measurement System mengantarkan delegasi UGM menjadi pembicara tamu (Invited Speaker) dalam ajang bergengsi Ansys Innovation Conference Indonesia.
Inisiasi strategis yang dimotori oleh Dr. Ir. Benidiktus Tulung Prayoga, S.T., M.T., IPM. sejak tahun 2024 ini merupakan sinergi antara DTM SV UGM, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, serta mitra internasional dari Tiongkok, yaitu Xi’an University of Technology (XUT) dan Nanjing University of Aeronautics and Astronautics (NUAA). Kolaborasi ini berhasil mengintegrasikan logika mekanis dengan presisi klinis yang divalidasi melalui ekosistem simulasi canggih Ansys.

Menyatukan Logika Mekanis dan Presisi Klinis
Dalam presentasi bertajuk “Digi-Medical Engineering Synergy: Fusing Mechanical Logic and Clinical Precision via Ansys Ecosystems”, Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. memaparkan keunggulan simulasi In Silico Biomechanics. Teknologi ini diproyeksikan untuk mengakselerasi penciptaan perangkat medis kustom masa depan, seperti elektroda dan sensor array berakurasi tinggi.
Proyek ini turut mengoptimalkan kapabilitas Fablab Jogja bersama dengan Laboratorium Peralatan Industri (Digital Manufacturing Lab) DTM SV UGM, pusat manufaktur digital dan rapid prototyping yang telah diakui secara global. Melalui pendekatan digital-physical innovation loop, desain medis yang kompleks dapat direalisasikan dengan lebih efisien dan presisi.
Pengakuan Teknologi di Panggung Internasional
Partisipasi UGM dalam konferensi bertema “AI-Augmented Engineering and Smart Digitalization” ini menjadi bukti nyata bahwa riset DTM SV UGM telah melampaui standar kebutuhan industri manufaktur dan medis masa depan. Integrasi sistem pengukuran terintegrasi yang dikembangkan bersama peneliti dari XUT dan NUAA memungkinkan lahirnya solusi medis yang akurat, terjangkau, dan tervalidasi secara digital sebelum memasuki fase produksi fisik.
“Kehadiran kami di forum Ansys ini adalah bukti nyata bahwa inovasi ‘Locally Rooted, Globally Respected’ bukan sekadar slogan. Melalui International Joint Laboratory, kita berhasil menyatukan kekuatan manufaktur digital Fablab dengan riset komputasi tingkat tinggi demi kemandirian teknologi kesehatan nasional,” tegas Dr. Ir. Benidiktus Tulung Prayoga.
Kontribusi Global dan SDGs
Pencapaian ini memperkuat posisi UGM dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis riset industri, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Dengan membawa hasil riset laboratorium ke panggung industri dunia, DTM SV UGM menunjukkan peran vital akademisi Indonesia dalam memimpin transformasi digital di sektor engineering dan kesehatan global.
Kontak Media:
Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM
Email: dme@ugm.ac.id
Website: www.teknikmesin.sv.ugm.ac.id
Instagram: @mesinsv.ugm