Dosen Departemen Teknik Mesin SV UGM Hasilkan Desain Prostetik Pergelangan Kaki Sederhana dan Terjangkau

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 — Tim dosen Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) berhasil menyelesaikan penelitian pengembangan prostetik pergelangan kaki yang sederhana, murah, dan mudah dibuat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perancangan DTM SV UGM sejak 22 April hingga 31 Oktober 2025.

Tim peneliti terdiri atas Dr. Ir. Handoko, S.T., M.T., Dr. Ir. Lilik Dwi Setyana, S.T., M.T., Ir. Budi Basuki, S.T., M.Eng., Dr. Ir. Setyawan Bekti Wibowo, S.T., M.Eng., dan Dr. Ir. Bambang Hari Priambodo, S.T., M.Eng. dari DTM SV UGM, serta Dr. Yani Kurniawan, S.T., M.T. dari Universitas Pancasila, Jakarta. Penelitian ini juga melibatkan Rizky Kurniawan, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin, DTM SV UGM.

Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan akan Lower Limb Prosthetic (LLP) yang terjangkau di Indonesia. Sebagian besar penyandang disabilitas kaki berasal dari kelompok ekonomi lemah namun berada pada usia produktif. Prostetik kaki menjadi penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kemandirian dan produktivitas ekonomi.

Data menunjukkan bahwa sekitar 0,4% penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas berjalan, atau setara dengan sekitar satu juta jiwa yang memerlukan alat bantu seperti tongkat, prostetik, maupun implan. Namun, sebagian besar produk prostetik yang beredar di pasaran masih merupakan produk impor dengan harga tinggi dan umur pakai rata-rata hanya 3,5 tahun. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif desain prostetik lokal yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pemilihan model dan ukuran prostetik yang sesuai dengan antropometri orang Indonesia. Model dirancang sesederhana mungkin untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan fungsionalitas. Tahap kedua adalah penentuan beban dinamis (gait load) yang harus ditanggung prostetik, dengan puncak beban mencapai lima kali lipat berat badan pengguna. Tahap ketiga melibatkan pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD) dan Computer Aided Engineering (CAE).

Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan aluminium dan baja murah dapat digunakan secara aman untuk prostetik pergelangan kaki. Keduanya mampu menahan beban di bawah batas kekuatan elastis material, serta memenuhi kriteria stabilitas dan kenyamanan bagi pengguna.

Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), melalui pengembangan teknologi prostetik yang inklusif, terjangkau, dan mendukung kemandirian penyandang disabilitas di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses