Inovasi Kursi Roda Listrik Hasil Konversi: Dukung Aksesibilitas Mandiri dan Capaian SDGs

Yogyakarta, Dalam upaya nyata mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan), tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, terdiri dari dosen dan mahasiswa sukses melaksanakan uji fungsi kursi roda manual tipe travel yang dikonversi menjadi penggerak listrik.

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan mobilitas yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dan lanjut usia (manula), sekaligus menunjukkan kemampuan rekayasa teknologi tepat guna dalam negeri yang berstandar internasional.

Mobilitas adalah kunci utama kualitas hidup manusia. Kemampuan untuk berpindah tempat secara mandiri memungkinkan seseorang untuk bekerja, belajar, bersosialisasi, dan mengakses layanan kesehatan. Namun, bagi jutaan orang, cedera, penyakit, kondisi bawaan, atau proses penuaan menyebabkan kesulitan berjalan atau kelumpuhan.

Dalam kondisi ini, kursi roda bukan sekadar alat bantu, melainkan sarana krusial untuk:

  1. Mengembalikan Kemandirian: Mengurangi ketergantungan pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari.
  2. Partisipasi Sosial dan Ekonomi: Memungkinkan pengguna untuk terlibat kembali dalam kehidupan bermasyarakat dan produktif secara ekonomi.
  3. Kesehatan Fisik dan Mental: Mencegah komplikasi akibat kurang gerak (seperti luka tekan) dan meningkatkan kesejahteraan mental dengan mengurangi isolasi sosial.

Sayangnya, kursi roda manual sering kali menguras fisik pengguna atau pendamping, terutama untuk jarak jauh atau medan menanjak. Sementara kursi roda listrik pabrikan sering kali mahal dan berat. Dalam hal ini inovasi konversi menjadi kursi roda bertenaga listrik menjadi relevan.

Inovasi Teknologi: Konversi Tanpa Menghilangkan Fitur Lipat

Kegiatan penelitian ini fokus pada perancangan dan pembuatan sistem konversi kursi roda lipat tipe travel. Kursi roda yang digunakan sebagai basis memiliki berat dasar 12,6 kg dan telah memenuhi standar ISO 7176.

Tantangan utama dalam proses perancangan adalah menempatkan komponen elektrik tanpa menghilangkan fitur utama kursi roda ini, yaitu kemampuannya untuk dilipat agar mudah dibawa bepergian (traveling). Tim peneliti berhasil mengatasi hal tersebut dengan penempatan baterai yang strategis dan desain komponen mekanik tambahan yang presisi.

Spesifikasi teknis hasil konversi ini meliputi:

  • Sistem Penggerak: 2 unit motor listrik DC, masing-masing bertenaga 250 Watt (Total 500 Watt).
  • Sumber Energi: Baterai Lithium Polimer (24 Volt, 20 Ampere) yang efisien dan relatif ringan.
  • Sistem Kendali: Controller dengan joy stick.

Uji Fungsi: Performa Andal di Berbagai Medan

Untuk memastikan keandalan dan keamanannya, tim telah melaksanakan uji fungsi menyeluruh. Pengujian ini tidak hanya melihat apakah kursi roda dapat bergerak, tetapi juga mengukur parameter kinematik yang presisi, meliputi:

  • Akselerasi (percepatan awal).
  • Kecepatan rata-rata.
  • Deselerasi (pengereman/perlambatan).

Pengujian dilakukan pada lintasan lurus dan lintasan miring (tanjakan/turunan) untuk mensimulasikan kondisi lingkungan nyata. Selain itu, uji coba melibatkan dua sukarelawan dengan berat badan yang berbeda untuk melihat pengaruh beban terhadap performa motor dan baterai.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kursi roda hasil konversi ini berfungsi dengan sangat baik. Sistem controller dengan joy stick terbukti sangat memudahkan pengguna dalam mengoperasikan kursi roda, memberikan kendali penuh yang halus dan responsif.

Luaran Penelitian yang Bermanfaat

Produk kursi roda elektrik hasil konversi ini merupakan luaran konkrit dari kegiatan penelitian yang memiliki nilai guna tinggi. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif alat bantu mobilitas yang andal, lebih terjangkau, dan memudahkan transportasi bagi kaum disabilitas maupun manula yang mengalami kesulitan berjalan. Dengan mobilitas yang lebih baik, diharapkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka dapat meningkat secara signifikan, sejalan dengan prinsip SDGs “Leave No One Behind“.

Tim Peneliti

Keberhasilan proyek inovasi ini merupakan hasil kolaborasi solid tim dosen dan mahasiswa:

Ketua Tim: Dr. Ir. Handoko, S.T., M.T.

Anggota Dosen:

  1. Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D.
  2. Dr. Ir. Widia Setiawan, S.T., M.T., IPM.
  3. Ir. Budi Basuki, S.T., M.Eng.
  4. Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D. IPM., ASEAN.Eng.
  5. Ir. Muhammad Arrofiq, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Anggota Mahasiswa:

  1. Rizky Kurniawan
  2. Arif Pratama
  3. Bakhrul Annas
  4. Muhammad Farhan Rayhansyah
  5. Sulthan Farastio Ramadhan Suhud
  6. Muhammad Zulfan Taufiq
  7. Muhammad Evendy Dwi Nugroho
  8. Mada Muhammad

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses