WONOSOBO — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan solusi inovatif penanganan limbah skala komunitas melalui implementasi teknologi reaktor pirolisis di Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al Maa’uun, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (15/8/2026). Inisiatif terpadu ini ditujukan untuk mengolah limbah rumah tangga, khususnya sampah plastik, menjadi bahan bakar cair bernilai guna yang dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak panti dan warga sekitar.

Program ini didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Terapan Tahun 2026 dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM. Tim multidisiplin yang terdiri dari Dr. Ilham Ayu Putri Pratiwi, S.T. (Sekolah Vokasi) selaku ketua tim, bersama tiga anggota tim yakni Dr. Ir. Inggar Septhia Irawati, S.T., M.T., IPM. (Fakultas Teknik), Ir. Ignatius Aris Hendaryanto, S.T., M.Eng., IPM. (Sekolah Vokasi), Ir. Radhian Krisnaputra, S.T., M.Eng., IPM. (Sekolah Vokasi), Prof. Dr.Agr.Sc. Ir. Ragil Widyorini, S.T., M.T., IPU. (Fakultas Kehutanan).

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al Maa’uun ini dihadiri oleh 12 peserta yang terdiri atas pengurus panti serta perwakilan warga sekitar. Dalam kesempatan ini, tim pengabdian UGM memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme kerja reaktor pirolisis, yaitu proses pemanasan bahan organik atau limbah tanpa oksigen untuk mengubah struktur kimianya menjadi bahan bakar cair yang setara dengan minyak sintetis.
Sebagai penanda resmi keberlanjutan program, dilakukan pula penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alat reaktor pirolisis. Dokumen serah terima ini ditandatangani oleh Dr. Ilham Ayu Putri Pratiwi, S.T. mewakili pihak UGM dan Sukarwi, S.T. selaku pengurus Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al Maa’uun. Penyerahan alat ini dibersamai dengan komitmen pendampingan operasi agar peralatan dapat dimanfaatkan secara mandiri dan aman oleh panti.

Penerapan teknologi reaktor pirolisis di Kecamatan Sapuran ini menjadi wujud nyata komitmen akademisi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara terpadu. Inovasi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair ini secara langsung mewujudkan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dengan menyediakan sumber energi alternatif murah untuk komunitas panti, sekaligus mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui terciptanya lingkungan panti yang lebih bersih dan bebas dari penumpukan limbah. Selain itu, pola daur ulang berbasis circular economy ini turut mendorong tercapainya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) guna mengurangi buangan sampah ke lingkungan, serta berkontribusi pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mencegah praktek pembakaran sampah terbuka (open burning) yang memicu emisi karbon.

Melalui kemitraan ini, Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al Maa’uun diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan penumpukan sampah di lingkungannya, melainkan juga berpotensi menjadi percontohan (role model) pengelolaan sampah bernilai tambah bagi masyarakat luas di wilayah Kabupaten Wonosobo.