


Gunungkidul — Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan kerja dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi), SMKN 1 Ngawen menyelenggarakan pelatihan manajemen risiko bagi peserta didik pada program keahlian alat berat.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap temuan awal yang menunjukkan bahwa pemahaman siswa terkait prinsip keselamatan dan manajemen risiko dalam pengoperasian serta perawatan alat berat masih belum optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun kerusakan peralatan selama kegiatan praktik di laboratorium maupun saat praktik kerja lapangan.

Kegiatan pelatihan dirancang secara partisipatif dan aplikatif, meliputi penyampaian materi teori, pembahasan studi kasus, diskusi kelompok, hingga praktik langsung mengidentifikasi dan menganalisis risiko pada alat berat yang tersedia di sekolah. Peserta juga dilatih menyusun rencana pengendalian risiko sederhana agar dapat diterapkan secara rutin dalam kegiatan pembelajaran.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya manajemen risiko di lingkungan kerja teknis. Selain itu, pihak sekolah kini memiliki panduan awal dalam penerapan prosedur keselamatan berbasis risiko yang sesuai dengan standar pendidikan vokasional.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja berkelanjutan di SMKN 1 Ngawen, serta memperkuat kapasitas sekolah dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan industri, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional.