Selenggarakan Corporate X Industry Talk, DTM SV UGM memperkuat Kemitraan Industri Berkelanjutan dan Pengembangan Talenta Teknik

Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Corporate X Industry Talk dengan tema “Empowering the Next Generation Through Sustainable Industrial Partnership” pada Selasa, 10 Desember 2025, di Teaching Industry Learning Center (TILC). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis DTM, khususnya Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB), dalam memperkuat konektivitas antara pembelajaran vokasi dan kebutuhan industri berbasis keberlanjutan di sektor pertambangan dan alat berat.

Dengan menghadirkan pembicara dari akademisi, industri, dan organisasi profesional yang berpengalaman dalam pengelolaan industri pertambangan dan pengembangan talenta berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance), acara berlangsung semarak dengan total peserta sekitar 200 orang termasuk akademisi, praktisi, dan tentunya mahasiswa. Tiga pembicara utama yang hadir antara lain:

1. Ir. Oktarian Wisnu Lusantono, S.T., M.Eng., Program Coordinator & Lecturer Department of Mining Engineering, UPN “Veteran” Yogyakarta, dengan topik “The Role of ESG in Strengthening the National Competitiveness of Nickel Mining Contractors in the Energy Transition Era”.
2. Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto, Dosen Mechanical Engineering/DTM Sekolah Vokasi UGM, dan dosen yang turut mengampu mata kuliah terkait keberlanjutan, sistem mekanika, dan pengelolaan alat berat di lingkungan TPPAB, membawakan topik “Empowering Future Talent: Integrating ESG Values into Industry-Oriented Education”.
3. Rexki Syahir, S.T., S.IP., M.B.A., M.Sc., Ph.D., Founder Director–Lead Researcher Indonesian Initiative for Sustainable Mining, dengan paparan “Aligning Local Realities with Global Demands: Indonesia’s Nickel Industry Under Global Sustainability Standards”.

Acara ini juga dihadiri oleh CEO dari PT Tempopress International Delivery (TID) dan alumni DTM/SV UGM yang kini berkarier di TID, beberapa di antaranya merupakan lulusan TPPAB, yang turut memberikan perspektif nyata mengenai kebutuhan kompetensi industri alat berat dan jasa pertambangan. Kehadiran alumni memperkuat posisi TPPAB sebagai program studi yang relevan dengan ekosistem industri modern.

Setelah sambutan dari perwakilan SV dan TID, diskusi dilakukan dan dipandu oleh Muh. Arasfit, S.T., Business Development PT Tempopress International Delivery. Forum ini menekankan pentingnya integrasi nilai ESG dalam pendidikan vokasi, terutama bagi mahasiswa TPPAB yang akan berhadapan langsung dengan tuntutan operasional alat berat, keselamatan kerja, efisiensi energi, dan standar keberlanjutan industri.

Melalui sesi tanya jawab dan diskusi tematik, peserta memperoleh wawasan tentang praktik terbaik industri pertambangan, dinamika global dalam pengelolaan mineral, serta peluang kolaborasi riset dan industrial project yang dapat melibatkan mahasiswa TPPAB dan prodi lain di DTM.

Kegiatan ini memperkuat komitmen DTM, khususnya TPPAB, dalam menyiapkan lulusan yang kompeten secara teknis, memahami prinsip keberlanjutan, dan siap berkontribusi pada sektor industri alat berat, pertambangan, dan energi.

Kegiatan tersebut mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses