Peningkatan Kompetensi Guru SMK Bidang Alat Berat melalui Pelatihan Teknologi Reverse Engineering

Yogyakarta, September 2025 — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) menyelenggarakan program bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru SMK Bidang Alat Berat melalui Pelatihan Teknologi Reverse Engineering” pada 8–10 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Departemen Teknik Mesin SV UGM dan Fablab Jogja Indonesia yang berlokasi di Field Research Center (FRC) UGM, Kulon Progo.

Kegiatan ini dipimpin oleh Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno bersama tim dosen dan mahasiswa DTM SV UGM: Setyawan Bekti Wibowo, Handoko, Sugiyanto, Agustinus Winarno, Ilham Ayu Putri Pratiwi, Tofaenal Akhyar, Luthfi Athaya Wicaksono, dan Ahmad Muhsin Al Mataromi. Kegiatan ini juga melibatkan Ahmat Hari Setiyawan (tendik CoE Fablab Jogja Indonesia) serta kolaborator industri dari PT United Tractors, Tbk. Cabang Semarang, yaitu Josua Aditya Manuel dan Muhammad Novan Budi Prasetya.

Pelatihan ini merupakan respons terhadap kebutuhan peningkatan kapasitas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang alat berat di era industri 4.0. Berdasarkan asesmen awal di SMKN 1 Ngawen, Gunungkidul, ditemukan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan pengajaran guru produktif, khususnya dalam penerapan teknologi reverse engineering, serta penguasaan sistem hidrolik dan pneumatik berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, para guru dibekali keterampilan praktis dalam pemindaian 3D (3D scanning), pemodelan CAD, dan pencetakan komponen menggunakan 3D printer, serta diperkenalkan pada sistem CNC router dan laser cutting sebagai bagian dari proses fabrikasi digital.

Pelatihan disusun secara interaktif dengan pendekatan problem-based learning (PBL) dan praktik langsung menggunakan fasilitas FabLab Jogja Indonesia, di bawah pendampingan tim akademisi dan praktisi industri. Peserta mempelajari tahapan penerapan teknologi reverse engineering mulai dari pemindaian objek hingga proyeksi replikasi komponen alat berat seperti travel device, coupling hidrolik, dan sistem transmisi. Selain itu, peserta juga memperoleh modul digital dan sistem pembelajaran daring untuk menunjang keberlanjutan program.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konseptual dan keterampilan teknis peserta terhadap teknologi fabrikasi digital. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi pedagogis guru SMK serta menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri modern. Program ini juga menegaskan peran DTM SV UGM dalam mendorong kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, industri, dan pemerintah daerah guna memperkuat ekosistem pendidikan vokasional yang adaptif dan inovatif.

Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menuju pendidikan vokasi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses