

Pada tahun 2025, tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Andhi Akhmad Ismail, S.T., M.Eng., sedang melakukan penelitian yang berjudul “Pengujian Tungku Pembakar Sampah Minim Asap”. Penelitian ini merupakan rangkaian dari penelitian lain yang membahas mengenai perancangan dan pembuatan tungku pembakar sampah minim asap. Tujuan utamanya adalah untuk mengukur polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan partikulat, guna memastikan bahwa proses pembakaran berlangsung dengan emisi yang minimal.

Penelitian ini didanai oleh Dana Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Tahun 2025. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Poin 12 yang berfokus pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta Poin 13 yang menangani mitigasi perubahan iklim. Dengan mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang lebih bersih, tim berharap dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan. Hingga pertengahan Juli 2025, tim peneliti telah berhasil menyelesaikan fase desain alat dan kini sedang memasuki tahap pembuatan.
Pentingnya proyek ini tidak dapat diabaikan, terutama dalam konteks meningkatnya produksi sampah dan kebutuhan mendesak akan solusi energi yang lebih bersih. Metode pembakaran sampah tradisional sering kali menghasilkan emisi karbon dioksida dan polutan lainnya yang tinggi, berkontribusi pada perubahan iklim dan penurunan kualitas udara.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga menekankan keterlibatan dan pendidikan masyarakat. Tim peneliti berencana untuk melibatkan komunitas lokal dalam implementasi dan pengoperasian tungku, mempromosikan kesadaran tentang praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan masyarakat tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap inisiatif lingkungan lokal.
Lebih jauh lagi, proyek ini sejalan dengan upaya global untuk memerangi perubahan iklim dan mempromosikan praktik berkelanjutan. Dengan fokus pada solusi energi bersih dan pengurangan emisi karbon, tim di UGM berkontribusi pada gerakan yang lebih luas menuju planet yang lebih hijau. Temuan dari penelitian ini berpotensi mempengaruhi kebijakan dan praktik pengelolaan sampah di tingkat lokal dan nasional.
Seiring dengan kemajuan proyek, tim optimis tentang potensi dampak dari pekerjaan mereka. Mereka percaya bahwa tungku pembakar sampah minim asap ini dapat menjadi model bagi institusi dan komunitas lain yang ingin mengadopsi teknologi pengelolaan sampah yang lebih bersih. Implementasi yang sukses dari proyek ini dapat membuka jalan bagi inovasi lebih lanjut di bidang keberlanjutan lingkungan.
Sebagai kesimpulan, proyek “Pengujian Tungku Pembakar Sampah Minim Asap” di UGM merupakan langkah signifikan menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan fokus pada energi bersih dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, tim peneliti tidak hanya menangani masalah lingkungan yang mendesak tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.