

Gunungkidul, 18 Oktober 2025 — Tim dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Manajemen Risiko pada Pengoperasian dan Perawatan Alat Berat di SMKN 1 Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat mengoperasikan maupun merawat alat berat.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan studi kasus lapangan menggunakan alat berat seperti wheel loader dan excavator. Peserta pelatihan, yang terdiri dari guru dan siswa jurusan Teknik Alat Berat, mendapatkan pembekalan tentang identifikasi potensi bahaya, analisis risiko kerja, serta langkah-langkah pengendalian yang sesuai dengan standar K3.
Menurut Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D., selaku ketua tim pengabdian, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi tingkat menengah untuk membentuk sumber daya manusia yang kompeten dan berbudaya keselamatan tinggi.
“Pelatihan ini sangat penting karena sektor alat berat memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Dengan memahami dan menerapkan manajemen risiko, siswa dapat mengurangi potensi kecelakaan dan menjaga keselamatan kerja di lingkungan industri,” ungkapnya.
Selain pembekalan teori, tim pengabdian juga melakukan simulasi manajemen risiko secara langsung di lapangan, seperti inspeksi alat berat, pengecekan sistem hidrolik, dan penerapan lock-out tag-out sebelum perawatan. Kegiatan ini turut disertai sesi evaluasi untuk memastikan pemahaman peserta terhadap penerapan standar keselamatan kerja.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Melalui pelatihan ini, UGM berkontribusi dalam menciptakan pendidikan vokasi yang berkualitas, berorientasi pada keselamatan kerja, serta mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda yang siap memasuki dunia industri dengan standar keselamatan yang tinggi.
Pelatihan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara UGM dan sekolah mitra untuk membangun budaya K3 yang kuat sejak jenjang pendidikan menengah, sekaligus memperkuat daya saing lulusan vokasi di era industri modern.