


Yogyakarta, Oktober 2025 — Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) terus memperkuat perannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui riset inovatif di bidang energi bersih dan ramah lingkungan. Melalui pengembangan teknologi mesin diesel common rail berbahan bakar biodiesel, DTM SV UGM berupaya menghadirkan solusi nyata untuk menekan emisi gas buang sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pembakaran pada sektor transportasi dan industri.
Optimalisasi Air–Fuel Ratio untuk Efisiensi dan Emisi Rendah
Penelitian ini berfokus pada optimasi Air–Fuel Ratio (AFR), yaitu perbandingan antara jumlah udara dan bahan bakar dalam ruang bakar mesin diesel. AFR yang tepat menjadi kunci utama dalam mengontrol efisiensi pembakaran dan pembentukan emisi. Dengan sistem injeksi bahan bakar presisi pada teknologi common rail, proses pembakaran dapat diatur secara cermat sehingga mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar, konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, dan emisi yang lebih bersih.

Pengujian dilakukan menggunakan variasi campuran biodiesel dari solar murni (B0) hingga biodiesel murni (B100). Hasil awal menunjukkan bahwa peningkatan kadar biodiesel dapat menurunkan emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC), sementara pengaturan AFR yang optimal mampu menekan emisi nitrogen oksida (NOₓ) tanpa mengorbankan performa mesin. Temuan ini menjadi dasar penting dalam upaya pengurangan carbon footprint dari sektor mesin diesel yang masih mendominasi transportasi dan alat berat di Indonesia.
Kontribusi terhadap SDGs dan Transisi Energi
Kegiatan riset ini merupakan bagian dari kontribusi aktif DTM SV UGM terhadap pencapaian SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 9 (Inovasi dan Infrastruktur Industri), dan SDGs 13 (Aksi Iklim). Dengan memanfaatkan biodiesel yang bersumber dari energi terbarukan, penelitian ini membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung transisi energi nasional menuju ekonomi rendah karbon.
Selain memberikan kontribusi akademik melalui publikasi ilmiah dan pendaftaran HKI, hasil riset juga diarahkan untuk diaplikasikan dalam skala praktis melalui kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga pemerintah. Teknologi ini diharapkan mampu diterapkan pada mesin kendaraan maupun alat berat yang beroperasi di sektor pertanian, kehutanan, dan manufaktur.
Vokasi UGM untuk Energi Bersih
Sebagai institusi pendidikan terapan, Sekolah Vokasi UGM menegaskan komitmennya untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang berorientasi pada keberlanjutan. Upaya optimalisasi biodiesel ini tidak hanya menjawab tantangan efisiensi energi, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi UGM untuk menghadirkan inovasi yang berpihak pada masyarakat, lingkungan, dan pembangunan nasional berkelanjutan — sekaligus bukti nyata bahwa pendidikan vokasi dapat berperan penting dalam transformasi menuju energi bersih dan masa depan hijau Indonesia.