DTM SV UGM Kembangkan Mesin Pembubur Liruta untuk Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al-Maa’uun Wonosobo

Wonosobo — Tim dosen Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan mesin pembubur liruta (limbah rumah tangga) bagi Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al-Maa’uun, Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Mei hingga 30 November 2025 ini melibatkan para dosen, yaitu Andhi Akhmad Ismail, Surojo, I. Aris Hendaryanto, Lilik Dwi Setyana, dan Agustinus Winarno, dengan dukungan penuh dari pihak panti sebagai mitra implementasi.

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara lapangan yang menunjukkan bahwa pengelola panti menghadapi berbagai tantangan dalam menangani sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Sampah dapur yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap dan risiko lingkungan, sementara pengelolaan secara manual membutuhkan tenaga, waktu, dan keterampilan teknis yang tidak selalu tersedia. Minimnya teknologi tepat guna membuat proses pengolahan tidak berjalan optimal dan tidak berkelanjutan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim melaksanakan rangkaian kegiatan secara bertahap. Tahap pertama dimulai dengan observasi lapangan untuk memetakan jenis, kuantitas, dan pola timbulan limbah organik di area dapur panti. Data ini menjadi dasar dalam merancang mesin pembubur limbah yang sesuai dengan kebutuhan operasional mitra. Tahap selanjutnya adalah proses desain dan pembuatan mesin, yang mencakup pemilihan rangka, sistem pemotong, dan motor penggerak yang aman serta mudah dioperasikan. Mesin kemudian diuji menggunakan berbagai jenis limbah organik untuk memastikan kemampuan pencacahan, kestabilan putaran pisau, dan keselamatan komponen selama proses kerja.

Setelah dinyatakan layak, tim melaksanakan kegiatan pelatihan kepada pengurus panti terkait cara pengoperasian, prosedur keselamatan, dan teknik perawatan dasar. Pada tahap akhir, dilakukan pendampingan intensif untuk memastikan bahwa mesin dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berfungsi maksimal dalam mendukung pengelolaan limbah harian.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan limbah organik di lingkungan panti, mengurangi penumpukan sampah, dan membantu meningkatkan kualitas sanitasi serta kesehatan lingkungan. Selain itu, mesin pembubur liruta yang dikembangkan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata DTM SV UGM dalam menerapkan keilmuan teknik mesin bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa kategori Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan teknologi sederhana untuk pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses