


Kulon Progo – Departemen Teknik Mesin (DTM) Sekolah Vokasi (SV) UGM sukses melaksanakan pelatihan digital manufaktur yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem inovasi di masyarakat, khususnya dalam konteks pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 September 2025, bertempat di Fablab Jogja, kawasan Fakultas Research Center (FRC) UGM Kulon Progo.
Pelatihan ini secara spesifik difokuskan pada cara pembuatan alat-alat penunjang, seperti box budidaya maggot (larva Black Soldier Fly), yang efektif untuk mengolah sampah organik. Inisiatif ini didorong oleh visi untuk menciptakan ekosistem inovasi di kalangan masyarakat sehingga mereka mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungan mereka secara mandiri, dalam hal ini melalui inovasi pengolahan sampah.

Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen dari DTM SV UGM sebagai fasilitator utama. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa DTM yang mengimplementasikan ilmu dari mata kuliah Rapid Prototyping, serta member Fablab Jogja UGM. Peserta pelatihan terdiri dari masyarakat dari Bank Sampah Dadi Asri Kulon Progo dan KSM Melati Kulon Progo, serta Guru SMK Ngawen.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan memperkenalkan peralatan digital manufaktur dan memahamkan konsep inovasi terbuka. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai alur sebuah inovasi, mulai dari munculnya ide, hingga proses perancangan dan pembuatan alat yang dibutuhkan menggunakan fasilitas digital manufaktur yang tersedia.
Sebagai luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah dihasilkan beberapa produk maggot box yang bercirikan khas Kulon Progo, yang akan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan KSM pengolahan sampah setempat. Selain itu, materi pelatihan dan produk yang dihasilkan juga menjadi bahan ajar dan referensi baru bagi para guru dari SMK Ngawen.

Kegiatan pelatihan digital manufaktur ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi utamanya tertuju pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong riset dan inovasi serta mendukung pengembangan teknologi dalam masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, melalui upaya inovatif dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mempromosikan pendekatan pengelolaan limbah yang efisien dan berkelanjutan.