Departemen Teknik Mesin UGM Dorong Kemandirian Teknologi Lewat Kompetisi Computer Aided Manufacturing – Mechanical Fair 2025

Yogyakarta, 16 Mei 2025 – Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi dengan menggelar Lomba Computer Aided Manufacturing (CAM) dalam rangkaian Mechanical Fair 2025. Berlangsung pada 14–15 Mei 2025, lomba ini diikuti oleh puluhan pelajar SMK sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi ini menantang peserta untuk membuat simulasi pemrograman proses pemesinan berbasis CAM, mulai dari pemilihan alat potong, jalur pahat (toolpath), hingga estimasi waktu proses. Melalui lomba CAM, besar harapan seluruh civitas akademika Departemen Teknik Mesin dapat membangun semangat eksplorasi dan ketelitian teknis peserta dalam dunia manufaktur digital. CAM bukan hanya soal membuat program CNC, tapi juga bagaimana memahami keseluruhan proses produksi secara efisien

Sepuluh peserta terbaik dari babak penyisihan lolos ke tahap final dan ditantang menyelesaikan kasus manufaktur dalam waktu terbatas. Penilaian mencakup akurasi desain CAM, efisiensi jalur pemotongan, serta kemampuan analisis dalam presentasi.

Adapun para pemenang Lomba CAM Mechanical Fair 2025: Juara 1 oleh Nicko Johan Rinandi dari SMK Tunas Harapan Pati; Juara 2 oleh Nicola Angga Pratama dari SMKN 1 Tuban; serta Juara 3 oleh Muhammad Miftahur Rohman dari SMK Tunas Harapan Pati.

Pemenang memperoleh bantuan dana, sertifikat, serta merchandise eksklusif dari Mechanical Fair – Departemen Teknik Mesin SV UGM. Lomba CAM ini menjadi bagian penting dari upaya Departemen Teknik Mesin SV UGM untuk memperkuat integrasi antara kurikulum dan praktik industri 4.0, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri pelajar dalam menghadapi tantangan teknologi modern tanpa harus selalu bergantung pada dukungan eksternal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses