

Yogyakarta — Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan sistem pneumatik dan hidrolik bagi guru jurusan alat berat dari beberapa SMK mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis guru dalam memahami dan mengaplikasikan sistem fluida pada mesin konstruksi modern, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Quality Education.

Pelatihan dilaksanakan di Prodi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB) dengan peserta guru-guru dari SMKN 1 Ngawen, SMK Muhammadiyah 2 Playen, SMK veteran SUkoharjo dan melibatkan kolaborasi erat antara SV UGM, PT United Tractors Tbk., UT School, serta sekolah mitra. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pemahaman teori serta praktik langsung menggunakan peralatan trainer pneumatik dan hidrolik.
Ketua tim kegiatan, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini mampu memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru secara signifikan, terutama dalam:
- membaca diagram sistem fluida,
- perakitan rangkaian pneumatik dan hidrolik,
- identifikasi komponen dan fungsi kerja,
- diagnostik gangguan (troubleshooting) sistem.
“Peningkatan kompetensi guru berarti peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan bengkel kerja. Dampaknya langsung dirasakan oleh siswa SMK yang akan menjadi calon tenaga kerja industri alat berat,” ujarnya.

Kegiatan ini dinilai mendukung secara langsung dua tujuan utama pembangunan berkelanjutan, yaitu:
- SDG 4 — Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi pendidik vokasi,
- SDG 8 — Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kesiapan kerja lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan pembelajaran berbasis praktik menggunakan trainer fluida, guru mampu mengimplementasikan metode experiential learning yang mendorong kemampuan analitis dan keterampilan teknis siswa.