Penelitian Pengembangan Tungku Pembakar Sampah Minim Asap di Sekolah Vokasi UGM

Produksi sampah yang terus meningkat, terutama sampah rumah tangga dan organik, menuntut adanya sistem pengelolaan yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Salah satu metode yang umum digunakan untuk mengurangi volume sampah adalah pembakaran. Namun, proses pembakaran konvensional sering kali menghasilkan emisi asap yang tinggi serta kandungan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan partikel halus (PM), yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM yang terdiri atas Andhi Akhmad Ismail, Ignatius Aris Hendaryanto, dan Budi Basuki mengembangkan tungku pembakar sampah minim asap sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berskala kecil. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai dari 22 April hingga 31 Oktober 2025, dan berlokasi di Laboratorium Teknologi Mekanik Sekolah Vokasi UGM.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kinerja tungku pembakar sampah minim asap melalui pengukuran kadar gas hasil pembakaran, khususnya karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), dan nitrogen oksida (NOx). Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi tingkat keberhasilan desain tungku dalam menurunkan emisi asap dan meningkatkan efisiensi pembakaran.

Proses penelitian diawali dengan perancangan tungku menggunakan perangkat lunak CAD, kemudian dilakukan simulasi aliran panas dan gas buang menggunakan perangkat lunak CAE untuk menentukan desain terbaik. Setelah proses simulasi, tim membuat prototipe tungku sesuai hasil rancangan optimal, yang kemudian diuji secara langsung. Pengujian dilakukan secara real-time menggunakan sensor gas CO, NOx, dan SO₂ yang terintegrasi dengan mikrokontroler untuk memastikan akurasi data emisi yang dihasilkan.

Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa efektivitas tungku pembakar sampah masih tergolong rendah, ditunjukkan dengan masih tingginya kadar gas CO, NOx, dan SO₂ pada proses pembakaran. Hasil ini menunjukkan bahwa desain tungku masih perlu disempurnakan untuk mencapai pembakaran yang lebih efisien dan ramah lingkungan, terutama dalam upaya menekan emisi gas berbahaya.

Kegiatan penelitian ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses