



Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi UGM, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal, telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Pelatihan Pembuatan Skuter Listrik sebagai bentuk penguatan kapasitas teknis Industri Kecil Menengah (IKM) logam. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh I. Riesky Trisbiantoro, SE., MA., MT., Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal.

Pelaksanaan program ini melibatkan tim dosen Departemen Teknik Mesin SV UGM, yaitu Dr. Ir. Sugiyanto, S.T., M.Eng., IPM; Dr. Ir. Lilik Dwi Setyana, S.T., M.T., IPM; Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM, ASEAN Eng.; Ir. Budi Basuki, S.T., M.Eng.; dan Ir. Andhi Akhmad Ismail, S.T., M.Eng. Para dosen berperan sebagai tim ahli dan instruktur yang memberikan pembinaan teknis dalam bidang material, desain mekanik, kelistrikan, otomasi, hingga aspek keselamatan kendaraan listrik. Dukungan teknis lapangan juga diberikan oleh staf laboratorium, Isworo Djati, S.T.

Proses rekayasa dan pengembangan prototipe turut diperkuat oleh Tim Yacaranda/PBL, dipimpin oleh Muhammad Hassya Revansyach Pane dan Owen Valentino Pernandas, yang bekerja bersama sejumlah mahasiswa lain dalam perancangan desain, eksekusi manufaktur, serta pendampingan kegiatan di lapangan. Keterlibatan mahasiswa ini mencerminkan hilirisasi pembelajaran vokasional yang aplikatif, menghubungkan pengetahuan kelas dengan kebutuhan industri riil.

Selama pelatihan, peserta menerima materi tentang sifat dan pemilihan material, dasar kelistrikan kendaraan listrik, sistem otomasi, proses manufaktur, HKI, serta pengenalan sistem skuter listrik. Peserta juga melakukan bedah karya dan perakitan langsung, sekaligus memberikan masukan teknis terkait potensi pengembangan dan peningkatan desain. Proses ini memperkaya pemahaman peserta terhadap aspek teknis maupun rekayasa produk.
Kolaborasi ini turut melibatkan PT Kanindo Metal Industri, yang menyediakan perspektif industri terkait proses produksi dan kesiapan manufaktur skala IKM, sehingga desain prototipe dapat disesuaikan dengan praktik industri yang realistis.

Kegiatan ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri dalam mendorong kemandirian teknologi kendaraan listrik berbasis potensi lokal. Inisiatif ini selaras dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).