Yogyakarta, 28 April 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan 3rd Annual Conference China-Indonesia TVET Industry Education Alliance (CITIEA) di GIK UGM, 27-28 April 2026. Forum ini mempertemukan perguruan tinggi vokasi, perwakilan pemerintah, dan sektor industri dari Indonesia dan Tiongkok dalam satu platform kolaborasi yang mencakup riset bersama, magang internasional, hingga komersialisasi produk di pasar global. Forum ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai institusi pendidikan vokasi dan perusahaan internasional, mencerminkan besarnya komitmen kedua negara dalam membangun ekosistem vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Di tengah forum tersebut, Yacaranda Team UGM turut hadir memamerkan produk-produk unggulan mereka: Traktor Listrik, EV-3, Gokart, dan Drag FFA. Keempat produk ini adalah produk andalan yang semuanya telah teruji dan meraih prestasi di berbagai kompetisi nasional lintas kategori. Traktor Listrik sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Yacaranda, PT Traktor Nusantara, PT United Tractors, dan Departemen Teknik Mesin UGM, menjadikannya simbol nyata sinergi antara akademisi dan industri.
Salah satu momen yang berkesan selama pameran berlangsung adalah kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., ke booth Yacaranda. Beliau menunjukkan ketertarikan langsung terhadap produk Drag FFA, yang menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi mahasiswa UGM serta relevansinya dalam pengembangan teknologi dan pendidikan vokasi.

Selain itu, kehadiran banyak perusahaan Tiongkok membuka peluang konkret bagi Yacaranda dalam pengembangan berdaya saing global melalui konektivitas internasional, pengalaman profesional lintas negara, dan penguatan potensi produk di pasar dunia. Arfa Maulana selaku General Manager Yacaranda menyampaikan pandangannya mengenai kolaborasi ini. “Acara ini semacam pintu gerbang bagi komunitas kami dan komunitas-komunitas inovasi lainnya di UGM untuk melangkah lebih jauh ke panggung internasional. Harapannya, kami dapat membangun jejaring lintas batas, mempertemukan gagasan dengan industri global, serta membuktikan bahwa karya anak bangsa layak dan mampu untuk bersaing di kancah dunia.” Ujarnya pada 28 April 2026 di GIK UGM lalu.
Partisipasi Yacaranda di CITIEA 2026 juga selaras dengan tiga pilar Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan Traktor Listrik dan EV-3 berkontribusi pada SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau. Kolaborasi dengan industri dalam menciptakan produk berbasis riset mencerminkan SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Sementara itu, upaya Yacaranda dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas sejalan dengan SDG 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan.
CITIEA 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi Indonesia, yang diwakili salah satunya oleh Yacaranda Team UGM, memiliki kapasitas untuk bermain di level internasional sebagai inovator dan mitra industri. Ke depan, kolaborasi yang terjalin di forum ini diharapkan berkembang menjadi kemitraan riset jangka panjang, program magang lintas negara, dan jalur nyata bagi produk-produk Yacaranda untuk menjangkau pasar global.