DTM SV UGM Perkuat Peran Dosen dan Tendik Ciptakan Kampus Bebas Kekerasan Seksual Melalui Workshop Komprehensif

Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Workshop Kekerasan Seksual pada Kamis, 30 April 2026. Bertempat di Ballroom Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Peran Dosen dan Tenaga Kependidikan dalam Mewujudkan Lingkungan Akademik yang Aman, Inklusif, dan Bebas dari Kekerasan Seksual”.

Acara ini diselenggarakan sebagai respons strategis terhadap urgensi penciptaan ruang akademik yang aman dan berpihak pada korban. Dosen dan tenaga kependidikan dinilai memiliki posisi krusial sebagai garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi tindak kekerasan di lingkungan kampus.

Sesi pemaparan materi pertama menghadirkan Kepala Satuan Tugas Pencegahan & Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. Beliau mengupas tuntas terkait landasan Peraturan Rektor No. 1/2023 yang menjadi payung hukum penanganan isu ini di tingkat universitas. Prof. Yayi memaparkan bahwa kekerasan seksual memiliki ruang lingkup yang luas, mencakup berbagai tindakan mulai dari verbal, non-fisik, hingga fisik. Beliau juga menyoroti dampak psikologis yang serius pada korban, seperti trauma (PTSD), depresi, dan rasa cemas. Selain itu, dipaparkan pula alur penanganan kasus oleh Satgas PPKS yang dimulai dari pelaporan awal, pemeriksaan internal yang humanis, hingga keluarnya rekomendasi sanksi.

Materi kedua disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum UGM, Diantika Rindam Floranti, S.H., LL.M., yang membedah kerangka hukum secara komprehensif. Dalam sesinya, Diantika meluruskan berbagai mitos di masyarakat dan menegaskan fakta bahwa 61% kekerasan justru terjadi di ranah personal. Beliau menjelaskan instrumen hukum yang berlaku, termasuk UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan Permendikbudristek 55/2024 yang mengatur tanggung jawab warga kampus. Diantika menekankan bahwa penanganan kasus harus selalu mengutamakan perspektif korban, di mana proses pemeriksaan internal dilakukan dengan mengedepankan dialog humanis dan memosisikan korban sebagai subjek yang haknya harus dipenuhi.

Sebagai pelengkap dari aspek manajerial institusi, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia SV UGM, Dr. Ir. Benidiktus Tulung Prayoga, S.T., M.T., IPM., membawakan materi ketiga terkait kesejahteraan pegawai. Beliau menyoroti bahwa keseimbangan kehidupan kerja atau Work-Life Balance (WLB) merupakan fondasi esensial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terhindar dari kekerasan. Penerapan WLB yang ideal melibatkan upaya meminimalkan stres kerja demi menjaga kesehatan mental dan fisik secara umum.

Melalui lokakarya multidisiplin ini, DTM SV UGM berharap seluruh staf pengajar dan tenaga kependidikan dapat berkontribusi secara aktif dalam menciptakan budaya kampus yang berintegritas.

Dosen dan tendik DTM foto bersama setelah acara workshop kekerasan seksual selesai

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen DTM SV UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), Tujuan 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality), dan Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions), melalui penguatan ekosistem institusi yang aman, inklusif, dan responsif.

Kontak Media:

Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM

Email: dme@ugm.ac.id

Website: http://teknikmesin.sv.ugm.ac.id

Instagram: @mesinsv.ugm

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses