Dalam langkah signifikan untuk mendukung transformasi digital, Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan serangkaian perkuliahan di Field Research Center (FRC) di Wates, Kulon Progo, pada tanggal 24-25 Februari 2025. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama berfokus pada akses pendidikan dan akses yang setara terhadap teknologi.
Perkuliahan ini mencakup pelajaran teori tentang reverse engineering dan sesi praktik tentang rapid prototyping, yang dipimpin oleh dosen terkemuka Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., dan Dr. Ir. Setyawan Bekti Wibowo, S.T., M.Eng., IPM. Kegiatan ini didukung oleh Center of Excellence (CoE) Fabrication Lab (FabLab), memanfaatkan fasilitas canggih yang tersedia di FRC, seperti printer 3D, laser cutter, dan CNC router.
Lebih dari 60 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin Semester 4 berpartisipasi dalam upaya pendidikan ini. Keterlibatan tenaga pendidik dari Lab. Digital Manufacture DTM SV UGM dan CoE FabLab FRC semakin memperkaya pengalaman belajar, memastikan bahwa mahasiswa menerima bimbingan yang komprehensif selama sesi.
Pada hari pertama, 24 Februari 2025, mahasiswa berkumpul di DTM SV UGM di Sekip dan melakukan perjalanan ke FRC menggunakan dua bus yang disediakan oleh Sekolah Vokasi UGM. Jadwal yang sama diikuti pada hari kedua, 25 Februari 2025. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, mahasiswa tiba dan menempati Ruang 204 untuk menerima pengajaran teori tentang reverse engineering, diikuti dengan pengarahan mengenai praktik rapid prototyping.
Selama sesi praktik, mahasiswa dituntut untuk memahami pengoperasian berbagai mesin, termasuk laser cutter dan CNC router. Mereka juga diharapkan dapat menunjukkan kemampuan untuk mengoperasikan alat yang tersedia dengan efektif. Output dari kegiatan ini mencakup produk nyata seperti hasil engrave dengan laser cutting, produk cetak 3D, dan hasil CNC router kayu.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa tetapi juga untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang teknologi yang sangat penting di bidang teknik mesin. Dengan memberikan akses yang setara terhadap teknologi canggih, program ini mendukung tujuan SDGs untuk memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.
Field Research Center (FRC) berfungsi sebagai tempat yang ideal untuk kegiatan pendidikan semacam ini, mempromosikan diversifikasi industri dan inovasi. Kolaborasi antara Departemen Teknik Mesin dan CoE FabLab menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan aplikasi praktis di lingkungan dunia nyata.
Seiring dunia semakin mengadopsi transformasi digital, inisiatif seperti ini sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di masa depan. Pengalaman langsung yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada hasil belajar dan kesiapan karir mahasiswa.
Sebagai kesimpulan, perkuliahan yang diadakan di FRC merupakan langkah penting untuk meningkatkan akses pendidikan dan kecakapan teknologi di kalangan mahasiswa. Departemen Teknik Mesin UGM berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif semacam ini, memastikan bahwa mahasiswa siap untuk berkembang di lanskap industri yang terus berkembang.